Soal Penggunaan Dana, Pelaksana Pospenas Harus Transparan
0 menit baca
![]() |
| Udin Herudin, Direktur LSM Garda Banten |
Bantenekspose.com
– Sebenarnya ada apa dibalik Pospenas 2016 yang telah mengantarkan Banten
menjadi juara umum. Pasca penutupan, banyak informasi yang diterima
bantenekspose.com, berkait dugaan penggunaan anggaran yang tidak transparan.
Direktur LSM
Garda Banten, Udin Haerudin, mengatakan bila saja dari awal pihak pelaksana
kegiatan yang tak lain FSPP Provinsi Banten transparan, sejumlah pertanyaan
publik pasti tak akan muncul. Namun, dibalik itu semua harus diapresiasi atas
penyelenggaraan Pekan Olahraga dan Seni Antar Pesantren Nasional (Pospenas)
2016, yang mengharumkan nama Banten.
“Yang saya tahu,
penyelenggaranya itu FSPP Banten. Kita apresiasi atas kegiatan tersebut. Namun
bila ada dugaan ketidakberesan dalam alokasi penggunaan anggaran, ya harus
dituntaskan,” ujar Udin, yang tercatat sebagai alumni IAIB Serang Banten.
Dikatakan Udin,
semua kegiatan yang bersumber dari APBN maupun APBD harus terbuka ke publik,
tidak boleh ada yang disembunyikan. Itu dimaksudkan sebagai bentuk
pertanggungjawaban penggunaan anggaran, yang notabene duit rakyat.
“Pokoknya
siapapun dan lembaga manapun, yang menerima dana APBN maupun APBD, harus siap
untuk terbuka kepada publik,” tegasnya.
Selama ini,
lanjut Udin, instansi pemerintah maupun lembaga penerima dana APBN dan APBD
masih banyak yang belum siap terbuka ketika diminta informasi oleh publik. Ketidaksiapan
ini patut dicurigai, ada apa dibalik itu semua.
“Semua lembaga
baik instansi pemerintah, maupun lembaga kemasyarakatan yang menggunakan dana
APBN maupun APBD, harus terbuka ketika diminta informasi. Ini juga menyangkut
penggunaan dana Pospenas, pelaksana kegiatan harus terbuka dan transparan.
Jangan ada yang ditutup-tutupi,” pungkas Udin. (Nur/Par)
