SMPN 2 Rangkasbitung Sambut Tim Adipura
0 menit baca
Bantenekspose.com - Sebagai salah satu sekolah yang mempunyai prestasi yang mumpuni di Kabupaten Lebak, SMPN 2 Rangkasbitung dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu titik pantau penilaian adipura.
Untuk itu, Kamis (10/11) Tim Penilai Adipura dari pusat datang untuk melihat secara langsung bagaimana kondisi real lingkungan sekolah tersebut.
Ketua Tim Adiwiyata/persiapan Adipura SMPN 2 Rangkasbitung, Rusmiatun S.Pd. M.Si yang ditemui bantenekspose.com mengatakan bahwa sekolahnya sudah siap untuk dinilai oleh tim penilai dari pusat. Berbagai persiapan yang telah dilakukan diantaranya mengenai pengelolaan sampah dan kompos, yang selama ini menjadi titik lemah dalam meraih poin.
"Ada 6 langkah atau poin dalam pengelolaan sampah atau kompos diantaranya pertama mengumpulkan sampah, pemilahan, pengolahan sampah, memisahkan sampah basah dan kering, menyimpan hasil pengolahan dan seterusnya, termasuk menjual dan menggunakan kompos untuk tanaman di sekolah," papar Rusmiatun.
Lebih lanjut dijelaskan, bahwa selain 6 poin dalam pengelolaan sampah atau pembuatan kompos, tim penilai juga akan melihat kondisi lingkungan sekolah termasuk sarana dan prasarananya, seperti kelengkapan dan kebersihan kamar mandi, green house, saluran air termasuk mengolahan sampah tadi.
"Mudah-mudahan dengan persiapan maksimal dan sungguh sungguh yang dilakukan pihak sekolah, Kabupaten Lebak akan meraih Adipura dan SMPN 2 Rangkasbitung akan lebih maju lagi, apalagi sekarang kami sedang mempersiapkan menuju sekolah Adiwiyata Mandiri 2017," pungkasnya. (Trust)
Untuk itu, Kamis (10/11) Tim Penilai Adipura dari pusat datang untuk melihat secara langsung bagaimana kondisi real lingkungan sekolah tersebut.
Ketua Tim Adiwiyata/persiapan Adipura SMPN 2 Rangkasbitung, Rusmiatun S.Pd. M.Si yang ditemui bantenekspose.com mengatakan bahwa sekolahnya sudah siap untuk dinilai oleh tim penilai dari pusat. Berbagai persiapan yang telah dilakukan diantaranya mengenai pengelolaan sampah dan kompos, yang selama ini menjadi titik lemah dalam meraih poin.
"Ada 6 langkah atau poin dalam pengelolaan sampah atau kompos diantaranya pertama mengumpulkan sampah, pemilahan, pengolahan sampah, memisahkan sampah basah dan kering, menyimpan hasil pengolahan dan seterusnya, termasuk menjual dan menggunakan kompos untuk tanaman di sekolah," papar Rusmiatun.
Lebih lanjut dijelaskan, bahwa selain 6 poin dalam pengelolaan sampah atau pembuatan kompos, tim penilai juga akan melihat kondisi lingkungan sekolah termasuk sarana dan prasarananya, seperti kelengkapan dan kebersihan kamar mandi, green house, saluran air termasuk mengolahan sampah tadi.
"Mudah-mudahan dengan persiapan maksimal dan sungguh sungguh yang dilakukan pihak sekolah, Kabupaten Lebak akan meraih Adipura dan SMPN 2 Rangkasbitung akan lebih maju lagi, apalagi sekarang kami sedang mempersiapkan menuju sekolah Adiwiyata Mandiri 2017," pungkasnya. (Trust)
