NEWS

Bocah Kelas 1 SD Tewas Ditangan Ibu Tiri

Suasana Rekonstruksi kematian Dafa
Bantenekspose.com - Kematian Dafa bocah kelas 1 SD terungkap sudah. Anak berusia 7 tahun ini mengalami penganiayaan oleh ibu tirinya yakni Suyati, yang kini sudah tetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Terkait kasus kematian Dafa, Jajaran Polrestro Tangerang menggelar rekontruksi di kediamannya lingkungan Kelurahan Larangan Indah, Kecamatan Larangan, Tangerang pada Rabu (9/11).

Rekontruksi pun berlangsung ricuh, warga yang geram dengan perlakuan tersangka terhadap korban, mencaci maki Suyati, dan mengeluarkan hujatan kepada ibu tiri Dafa itu.

“Woiii, ibu tiri jahat luh,” cemooh warga yang dilayangkan kepada pelaku.

Mayoritas ibu-ibu itu terus menerus meneriaki Suyati. Bahkan mereka bergerombol untuk mendekati lokasi reka ulang.

“Beraninya sama anak kecil, enggak tahu malu,” celetuk seorang ibu terlihat meluapkan amarahnya.

Saat rekostruksi, turut hadir ayah dan ibu kandung Dafa. Bahkan ibu kandung korban tak kuasa menahan sedih. Air matanya mengalir deras tak terbendung, saat menyaksikan adegan penganiayaan yang dilakukan Suyati terhadap buah hatinya itu.

Tubuhnya tampak lemas dan pucat. Ia pun nyaris pingsan digotong menjauh dari kerumunan warga.

Dalam rekonstruksi tersebut, ada 17 adegan yang diperagakan oleh tersangka. Di iantaranya ada tiga adegan inti, di mana suyati memukul, mencolok mata korban serta membenturkan kepala Dafa ke tembok.

Akibat penganiayaan itu Dafa pun meregang nyawa.Bocah malang ini sempat menjalani perawatan di rumah sakit karena retakan di bagian tengkorak kepala.

Kasat Reskrim Polrestro Tangerang, AKBP Wiji Lestanto menjelaskan, reka ulang dibutuhkan untuk menggambarkan kejadian yang sebenarnya dan melengkapi berita acara perkara guna kepentingan persidangan.

“Total ada 17 adegan. Kami akan segera menyerahkan berkasnya ke Kejaksaan untuk segera disidang di Pengadilan,” ujar Wiji yang memimpin rekontruksi di lokasi.

Mustakim, ayah kandung korban, mengaku tidak menyangka istrinya akan melakukan kekerasan terhadap anaknya itu. Mustakim yang berprofesi sopir kerap berangkat pagi dan pulang malam, sehingga tidak bisa selalu memantau kegiatan Dafa setiap harinya.

Menurut Mustakim, Suyati terlihat baik memperlakukan Dafa di depannya. Namun nyatanya berbanding terbalik saat dirinya sedang tak berada di rumah.

“Saya menyangkan hal ini terjadi. Saya menyerahkan proses hukum ke polisi,” kata Mustakim terdengar lirih. (wan)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar