Kepala SKh se-Banten dan Sekolah Inklusi Studi Banding Ke Malaysia
0 menit baca
![]() |
| Ahmad Farid |
Bantenekspose.com - Dalam rangka meningkatkan pelayanan pendidikan pada Anak
Berkebutuhan Khusus (ABK), kepala SKh se Banten dan Sekolah penyelenggara
inklusi kunjungi Centre To Help Autisic Children Putra Kurnia Jabatan Perdana
Menteri Kuala Lumpur - Malaysia untuk studi banding selama 4 hari mulai 2
sampai dengan 5 Oktober 2016.
Ketua Forum Komunikasi Kepala Sekolah Khusus
(FKKS)/Kepala SKh Negeri 02 Lebak, Achmad Farid M.Pd, mengatakan
bahwa kunjungan atau study banding ke Kuala Lumpur tersebut bertujuan untuk
meningkatkan mutu pendidikan dan memberikan pelayanan yang optimal kepada anak
anak berkebutuhan khusus (ABK) di Indonesia khususnya yang ada di Provinsi
Banten.
"Selama di Kuala Lumpur kami mengunjungi
Centre To Help Autisic Childrens Putra Kurnia untuk menimba ilmu mengenai
pelayanan diantaranya yang berkaitan dengan identifikasi dan assesment anak
anak yang kena gangguan autis, bagaimana kita memberikan intervensi dini pada
anak dengan perkembangan autisme, kemudian bagaimana kita membuat education
program IT pada setiap anak anak yang ada di Putra kurnia dan pengelolaan
kelasnya serta program parentingnya seperti apa dan sebagainya," papar
Farid.
Dijelaskan lebih lanjut bahwa sebetulnya secara
program tidak jauh berbeda antara SKh yang ada di Indonesia dengan di Malaysia,
yang membedakan itu hanya dalam bidang sarana dan prasarana saja. Di Malaysia
lebih hebat dan lengkap. Ini tentu sangat mendukung terhadap pelayanan pada ABK
terutama yang berkaitan dengan prasarana lingkungan sekolahnya maupun dalam
kelasnya.
"Selain sarana dan prasarana, yang
membedakan dari segi kedisiplinan dan kemandirian warga sekolah, orang tua
disana itu hanya mengantar dan tidak menunngu anaknya disekolah sehingga anak
bisa mandiri. Kami berharap pemerintah terus berupaya melengkapi sarpras yang
ada agar pelayanan pada ABK lebih optimal," pungkasnya (Trustr)
