NEWS

Kendaraan Pengangkut Pasir Dikeluhkan Pengendara

Bantenekspose.com - Penertiban angkutan pasir yang akan dilakukan Dishub Lebak baru sebatas rencana dan masih perlu dikordinasikan dengan dinas atau lembaga terkait. Sementara kendaraan angkutan pasir basah yang jelas jelas melanggar aturan masih bebas tanpa ada tindakan dari aparat berwenang.    

Dari pantauan bantenekspose,com angkutan pasir basah dimulai dari desa citeras dengan menggunakan truk besar atau tronton. Air yang mengucur dari bak truk terus membasahi jalan yang menimbulkan jalan becek walau tidak turun hujan dan tentunya membuat tidak nyaman pengendara lain bahkan menimbulkan rawan kecelakaan.

Salah seorang pengendara motor yang tidak mau disebut identitasnya mengeluhkan kondisi jalan yang becek dan makin rusak akibat kendaraan pengangkut pasir yang basah dan diperkirakan melebihi tonase. "Saya tiap hari harus nyuci motor karena jalan yang saya lalui walaupun tidak hujan tapi selalu becek dan licin. Ini sungguh membuat kami tidak nyaman," keluhnya.

Sementara itu Kepala Bidang Perhubungan Darat Laut dan Udara (Hubdarlutud) Dishub Lebak saat dikonfirmasi mengakui bahwa penertiban kendaraan angkutan pasir masih terkendala dengan sedikitnya personil dan teknis dilapangan kemudian perlu dikordinasikan dengan instansi lain.   

"Insyaallah kami akan segera menertibkan angkutan pasir langsung kelokasi penggalian. Kemarin saya sudah bicarakan dengan kasat penertiban Satpol PP, mudah mudahan akan segera dilaksanakan," ujar Avip.  

Semetara itu saat pemantauan ke jalan raya Citeras Tepatnya di jembatan kampul Tutul desa Citeras, ada mobil pengangkut pasir yang mogok diujung jembatan yang mengakibatkan kemacetan panjang. Terlihat kondisi jembatan selain kecil juga rusak parah dengan besi besi behel berantakan dan sangat membahayakan. (Trust)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar