Pokja Wartawan Pantura Santuni Ratusan Yatim dan Dhu'afa
0 menit baca
Bantenekspose.com
- Awak Media yang tergabung dalam Kelompok Kerja Wartawan Harian Pantura (Pokja
Pantura) memberikan santunan kepada 120 anak yatim dan dhua’fa yang berada di
Desa Keramat, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Minggu (1/7).
Sementara
berdasarkan informasi bahwa para yatim dan dhua’fa di desa terpencil bagian
utara Kabupaten Tangerang itu, jarang tersentuh oleh aparat pemerintah
setempat.
Penerima
Santunan, Siti (12) mengaku gembira dan bahagia karena mendapat bantuan dan
perhatian yang diberikan oleh Pokja Wartawan Pantura. Sebelumnya menurut dia,
dirinya jarang mendapat perhatian, terlebih dari pemerintah setempat.
“Ya
Alhamdulillah masih ada yang perhatian. Nanti uangnya dikasih ke orang tua buat
menyambung hidup,” paparnya.
Mustopa
Adam Kamal Ketua Pokja Wartawan Harian Pantura mengatakan, prihatin terhadap
yatim dan janda-janda tua, yang jarang mendapat sentuhan halus pemerintah se
tempat khususnya yang berada di Desa Keramat.
Padahal
Kata Dia, Pemkab Tangerang kerap mengucurkan bantuan kepada dhua’fa di
Kabupaten Tangerang sebagai bentuk kepedulian, namun sungguh ironis tidak
tercatat oleh pemerintah setempat.
“Tentunya
saya apresiasi setinggi-tingginya terhadap yatim semoga ini menjadi Agenda
tahunan Pokja Wartawan Harian Pantura,” katanya.
Dikatakan
Adam, terlaksananya acara tersebut, tidak luput dari dukungan semua pihak
diantaranya, Forum Wartawan Tangerang (Forwat), BAZNAS Kabupaten Tangerang,
Jaringan Anak Rakyat (JNKR), BantenEkspose.com, Harian Tangerang Raya dan Model
Cantik Friska Icha.
“Kami
ucapkan terima kasih, kepada rekan-rekan ikut terlibat di dalam pelaksanaan
kegiatan ini,” imbuhnya.
Sementara
itu Ketua Baznas Kabupaten Tangerang K.H. Afif Afify mengatakan kegiatan positif
yang dilaksanakan Pokja Wartawan Pantura ini bisa menjadi contoh bagi
masyarakat maupun lembaga lainnya.
“Kegiatan
wartawan yang positif ini semoga dapat menjadi contoh serta bisa dilaksanakan
secara berkesinambungan dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari
untuk menggapai dunia hasanah dan akhirat hasanah,” terangnya.
Sambung
Afif bahwa Baznas hanyalah Bandan Pengumpul zakat yang dibentuk oleh
pemerintah. Selanjutnya zakat yang sudah terkumpul akan disalurkan kembali
kepada masyarakat.
