Heboh....!!! Bajak Laut Gentayangan 12 Tahun Nelayan Pantura Resah
0 menit baca
![]() |
| Masyarakat Nelayan Pantai Utara Kabupaten Tangerang, melakukan penangkapan ikan hanya di pinggir pantai karna takut di Rampok oleh bajak laut bersenjata api |
Bantenekspose.com - Kisah
bajak laut bukan hanya di kisah film layar lebar seperti film Pirates of
Caribbean atau Cutthroat Island, tetapi faktanya kisah ini juga tengah di alami
oleh Warga Nelayan Rawasaban Kecamatan Pakuhaji,Kabupaten Tangerang bagian
utara (Pantura) warga yang di dominasi bekerja Nelayan dalam 12 Tahun ini
mengaku resah karena kerap di rampok oleh bajak laut yang beroperasi di sekitar
wilayah perairan laut Jawa.
Anen (35) Seorang
Nelayan menuturkan keresahaanya,saat mengais rezeki di lautan lepas, karna
kerap ada Bajak laut bersenjata api yang mengambil seluruh hasil tangkapan
ikan, menurutnya bukan hanya ikan yang di gasak tetapi GPS (untuk menditeksi
keadaan ikan di dalam air) dan Mesin perahu juga ikut raib
"Sudah 12 Tahun
para nelayan disini takut melaut karna adanya bajak laut bersenjata api,” keluh
Anen kepada awak media Rabu (26/7)
Anen juga mengatakan
sudah ratusan para nelayan Rawasaban yang di rampas seluruh harta
miliknya,belum lama juga terjadi nelayan yang melaut kerap kali kejar-kejaran
dengan kapal asing yang mereka sendiri tidak tahu asal-muasal kapal tersebut.
"Nelayan kami
sering dikejar kapal yang tidak dikenal, saat ini kami takut melaut,” tambahnya
Sementara itu Hariri
(30) Kordinator Nelayan mengatakan, Insiden ini kerap terjadi kepada para
nelayan hingga nyawa nya nyaris melayang , waktu lalu kami telah melaporkan
kepada pihak yang berwajib dalam hal ini Polisi Air, tapi ironis belum ada
tindakan.
"Kita sudah pernah
melaporkan ke Pol Air, namun hingga saat ini warga nelayan masih di bayang -
bayangi rasa takut " Jelas Hariri
Hariri berharap Petugas
Keamanan segera turun ke lapangan memerikasa aktivitas awak kapal yang sudah
meresahkan warga nelayan di laut jawa
"Jika keadaan ini
terus dibiarkan, warga kami bisa mati kelaparan karena kehidupan kami sangat
tergantung dari hasil melaut," pungkasnya (dam)
