THR Karyawan Rp 200 Ribu, Ini Kata Management PT LEA Sanent Kota Tangerang
0 menit baca
![]() |
| Foto Ilustrasi |
Bantenekspose.com - Karyawan PT LEA
Sanent melakukan unjuk rasa (unras) di depan Kantor Perusahaan, Senin (27/6)
hingga selasa dini hari. Ratusan Buruh menuntut Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji
bulan Juni, yang belum di terima.
Sarni salah satu Karyawan PT LEA Sanent mengatakan, aksi yang di lakukan
para Karyawan merupakan buntut minimnya Gaji yang diterima, menurutnya tidak
sesuai upah yang ditentukan pemerintah.
"Upah yang kami terima tidak sesuai UMR Kota Tangerang. Yang kami dapat hanya Rp.2,4 Juta," papar Sarni.
Bukan haya itu, lanut Sarni, pPerusahaan yang memproduksi celana jeans ini
menunggak gaji bulan Juni kepada karyawan, dan pemberian Tunjangan Hari Raya
(THR) tidak sesuai setandar alias alakadar. "Gajih bulan Juni belum cair,
saat ini kami hanya diberikan THR sebesar Rp 200 ribu, sedangkan masa kerja
Kami (karyawan_red) sudah 3/5 bahkan ada yang sudah 7 tahun,” tambahnya.
Sarni menyebut, seluruh karyawan meminta keadilan sesuai dengan
Undang-undang No 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, yang menyebut
pegawai/pekerja di hari libur ditetapkan kerja oleh perusahaan, seharusnya
mendapatkan upah 2 X lipat. Namun faktanya, karyawan hanya diupah dengan sistem
borongan. "Sabtu dan Minggu, kadang perusahaan meminta kami tetap masuk
kerja dengan alasan kejar target. Ironisnya kami diupah sistem pembayaran
borongan. 1 pcs di hargai 600 rupiah," katanya.
Terpisah Manager PT LEA Sanent, Budi
Jatmiko menegaskan, bila para karyawan menuntut THR, itu salah sasaran, karena
mereka baru 1 bulan menandatangani kontrak, oleh karna itu kami mengeluarkan
THR mengacu pada Undang-undang dengan 1 per 12 bulan.
“Mereka kan yang bekerja sudah habis kontraknya. Jadi saya mengikuti
kontrak yang baru, bukan kontrak yang lama," tuturnya.
"Upah karyawan yang sudah ditetapkan adalah hasil kesepakatan bersama
antara perusahaan sebelumnya dan karyawan, pada saat tandatangan kontrak. Bila
tidak sepakat, mengapa tidak dari awal," pungkasnya. (dam/her)
