Proyek Saluran Irigasi Cibarahung Bojong Juruh Diduga Asal-asalan
0 menit baca
![]() |
| Warga menunjukkan pekerjaan irigasi yang terkesan asal-asalan |
Bantenekspose.com- Pekerjaan saluran Irigasi yang berada di Desa Bojongjuruh,
tepatnya di saluran Cibarahung diduga pengerjaannya asal-asalan. Dalam proyek
tersebut tidak ditemukan gambaran mengenai spesifikasi yang semestinya berupa
papan informasi.
Tidak
ada yang tahu nengenai keberadaan proyek tersebut, termasuk para pekerjapun
saat ditanya wartawan enggan berkomentar.
"Kami
disini hanya disuruh kerja oleh pihak dinas SDA kabupaten, mengenai hal lainnya
tidak tau," ujar seorang pekerja yang namanya tidak mau disebutkan.
Dari
pantauan wartawan dilapangan, pekerjaan yang baru dikerjakan 3 minggu ini,
nampak pasangan lining baru menggunakan batu cadas yang diperoleh dari daerah
aliran sungai(DAS) yang berdempetan dengan saluran Cibarahung. Bahkan informasi
yang didapat dari warga sekitar pasirnyapun diperoleh dari sungai yang sama, kualitasnya
sangat diragukan.
"Bagaimana
mau kuat, jika pasangan batu dan pasirnya tidak hanya asal-asalan, yang namanya
batu cadas itu kan akan mudah hancur belum lagi pasirnya yang masih bercampur
tanah,” kata Ajat salah seorang warga kepada wartawan.
Dikatakan
Ajat, di saluran Cibarahung ini mengairi lahan pesawahan seluas 24 hektar milik
warga kampung Bojong Juruh atau sekitar dua RT.
"Saya
berharap pihak pemerintah Kabupaten Lebak dalam hal ini dinas SDA untuk tegas
dan mengevaluasi kembali pekerjaan yang saat ini belum rampung, karena
informasi yang masuk anggaranya ratusan juta rupiah," katanya.
Sementara
itu kepala desa Bojong juruh kecamatan Banjarsari, H. Sukmawijaya, membenarkan
terhadap adanya pekerjaan di saluran Cibarahung, namun utuk hal yang berkaitan
lebih jauh mengenai pekerjaan termasuk anggaranya tidak tahu.
"Saya
juga selaku kepala desa, terkadang bingung ketika ada yang menanyakan mengenai
proyek saluran irigasi Cibarahung. Selain tidak adanya koordinasi, sosialisasi,
kepada desa juga tidak ada pemberitahuan, termasuk banyaknya warga yang
mengeluhkan dengan model pemasangan batu cadas," katanya. (Matin)
