DSDAP Banten Lanjutkan Kegiatan Rehab Bendung dan Daerah Irigasi
0 menit baca
Bantenekspose.com
– Untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya berkait dengan
persoalan pengairan, pada tahun anggaran 2016 ini, Dinas Sumber Daya Air dan
Permukiman (DSDAP) Banten, kembali melanjutkan kegiatan pengembangan dan
pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya. Selain itu,
dilanjutkan pula kegiatan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi.
Menurut
Kepala BIdang Irigasi Dinas Sumber Daya Air dan Permukiman (DSDAP) Provinsi
Banten, Ade Pasti, proses lelang sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu, dan
telah pula ditentukan para pemenangnya. Selain itu, pihak pelaksana
kegiatan/kontraktor juga telah melakukan sosialisasi kegiatan kepada unsur muspika
dan warga, dimana lokasi pekerjaan itu berada.
Sementara
itu, Kepala Seksi Rehabilitasi DSDAP Banten, Tb Asep Setiawan mengungkapkan,
pada tahun anggaran 2016 ini, SDAP Banten melakukan rehabilitasi, pembangunan
bendung serta jaringan irigasi yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi,diantaranya
yaitu, konstruksi peningkatan jaringan irigasi DI Cikamunding I, konstruksi
peningkatan jaringan irigasi DI Cikalumpang, konstruksi peningkatan jaringan
irigasi DI Cisiih, konstruksi peningkatan jaringan irigasi DI Cipari/Ciwuni
(Paket II) saluran induk Ciwuni, konstruksi peningkatan jaringan irigasi DI
Cimanyangray, konstruksi peningkatan jaringan irigasi DI CIkarang Udik,
konstruksi peningkatan jaringan irigasi Cisangu Bawah (paket I) dan konstruksi
peningkatan jaringan irigasi (paket I) saluran induk Cipari.
Sementara kegiatan Pengembangan dan pengelolaan jaringan
irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya, diantaranya Konstruksi
Rehabilitasi Bendung DI Cisiih dan konstruksi pembangunan bendung DI Cihara.
Dikatakan Asep, pekerjaan di setiap lokasi menelan biaya
rata-rata 3-4 miliar rupiah. “kalau dirata-rata, anggarannya berkisar 3-4
miliar. Total anggaran dari kegiatan rehab dan pembangunan bendung serta daerah
irigasi (DI) ini, sekitar Rp 33 miliar,” jelasnya.
Masih menurut Asep, anggaran tersebut sudah termasuk untuk
biaya kegiatan sosialisasi sebelum pekerjaan dimulai. Sosialisasi dilakukan di
sejumlah kantor desa atau ecamatan setempat.
