Tokoh Pandeglang Berikan Dukungan Kepada Tim Caretaker DPD KNPI Pandeglang
0 menit baca
Bantenekspose.com - Pasca
dibekukannya kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda
Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Pandeglang, pertanggal 28 April 2016 dengan
nomor Surat Keputusan 003/KEP/DPD KNPI/IV/2016 tentang Pengesahan Carateker
Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Pandeglang
membuat sejumlah kalangan di Pandeglang angkat bicara.
Salah seorang tokoh
Pandeglang, Drs Aap Aptadi menilai, terjadinya dualisme kepengurusan memang
tidak bisa dihindarkan. Namun demikian, kepengurusan harus dilihat dari aspek
keabsahan legalitas hokum. Karena, kata dia, KNPI adalah organisasi yang meiliki
undang-undang kepemudaan dan legalitas juga harus ada pengakuan dari pemerintah.
Aap menyatakan keabsahan
pengakuan sudah jelas ada dipihak Team Carateker karena SK Kemenkumham dan SKT
Kemendagri ada dibawah DPP KNPI kepemimpinan Fahd Elfouz A Rafiq, dan di Banten
dipimpin oleh Ali Hanafiah, hasil Musda VI.
"Saya pribadi
sangat menyayangkan adanya permasalahan dikalangan pemuda. Namun pemuda juga
harus bisa mengkaji mana yang diakui oleh pemerintah. Karena yang saya lihat
dan analisa, aspek keabsahan ada di DPP Fahd, jadi saya mendukung team
Carateker untuk melakukan Musda di Kabupaten Pandeglang," ujar Aap Selasa
10/5
Ia menyatakan, untuk Pengurus
Kecamatan (PK) se-Kabupaten Pandeglang, sudah otomatis harus ikut dalam Musda
yang dilakukan oleh Team Caretaker. Karena keabsahan legalitas hukum ada di tim
caretaker dan jangan hanya tahu dari penjelasan sepihak, dari kepengurusan
sebelumnya. Karena ini organisasi, jangan sampai menganut pemahaman yang tidak
mengerti organisasi.
"Jadi tidak ada
alasan untuk PK tidak mengikuti musda yang dilakukan oleh team carateker,
karena posisi DPD KNPI sudah dibekukan, maka Carateker berhak untuk memberikan
SK baru dan menunjuk kepengurusan baru jika pengurus PK tidak mendukung Team
Carateker," katanya (wan)
