Terkait Pelebaran Bandara, Warga Tolak Harga Murah Tanpa Kapling
0 menit baca
![]() |
| Warga Menolak Harga Murah, berkait pelebaran bandara Soetta. |
Bantenekspose.com - Aliansi Masyarakat Desa Rawa Rengas
menolak penggusuran lahan yang akan dijadikan lapangan pacu udara, jika
Pengelola Bandara Soekarno Hatta (Soetta), ganti rugi dengan harga murah dan
tidak menyediakan kapling. Di Sepanjang pagar Bandara terpampang baner yang
bertuliskan “Warga tolak penggusuran lahan”.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Rawa Rengas, Selasa
(3/5), membenarkan warga yang terkena zonasi pelebaran menolak, bila harga
ganti lahan rendah dan tidak disediakan kapling.
"Tentunya warga menolak, jika pembayaran ganti rugi
murah dan tanpa ada kaplingan untuk pemukiman warga yang terkena pelebaran,”
kata Syamsudin Ketua BPD Rawa Rengas.
Syamsudin (mewakili warga yang lahannya terkena pelabaran,
red) menuntut 6 poin kepada pihak penyelnggara, diantaranya ganti rugi dengan
harga tanah yang sesuai, harga bangunan harus tetpisah bagi warga yang numpang,
berikan pekerjaan dan usaha didalam Bandara untuk warga yang terkena pelebaran.
"Kami tidak meminta banyak, tolong berikan fasilitas
kepada warga, " tambahnya
Ketua BPD Rawa Rengas menyayangkan, sikap Bupati Tangerang
Ahmed Zaki Iskandar, tak pernah kunjung datang memberikan solusi kepada
rakyatnya yang saat ini resah menunggu kepastian. Sedangkan saat penertiban
warem Dadap, Bupati Tangerang selalu eksis terhadap korban Relokasi dengan
berbagi fasilitas.
"Kami berharap pak Bupati datang, memberikan pencerahan
kepada warga. Dari zaman pak Ismet Iskandar, Desa Rawa Rengas ini adalah basis
pendukung Zaki Saat Pilkada lalu,’’ harapnya
Syamsudin juga menyebut Desa rawa rawa rengas lebih baik
masuk ke wilayah Kota Tangerang, karena lokasinya lebih dekat dan mudah
terjangkau.
"Dari dahulu warga Desa Rawa Rengas menginginkan masuk
ke wilayah kota tangerang,” katanya (dam)
