Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2016, "Bersiaplah untuk Kemasan Polos"
0 menit baca
Bantenekspose.com - Dalam perayaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia
tahun ini, WHO mengusung tema "Bersiaplah untuk Kemasan Polos" untuk
mengurangi ketertarikan terhadap produk tembakau
Hari Tanpa Tembakau Sedunia pertama kali
diperkenalkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 31 Mei 1989 untuk
mendorong kesadaran masyarakat di seluruh dunia agar mengurangi atau
menghentikan konsumsi tembakau dalam bentuk apapun.
Perayaan ini sekaligus bertujuan untuk
menarik perhatian masyarakat global untuk menyebarkan pesan tentang efek
berbahaya penggunaan tembakau dan dampaknya terhadap orang lain.
Ada banyak kegiatan yang biasa
diselenggarakan untuk merayakan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, seperti pawai,
demonstrasi, kampanye iklan, komunikasi langsung dengan masyarakat, poster, dan
program-program pendidikan.
Bukan hanya dari sisi masyarakat, WHO,
sebagai organisasi utama yang bertindak sebagai pengorganisir Hari Tanpa
Tembakau Sedunia mendesak negara-negara di dunia untuk melawan derasnya
pertumbuhan rokok.
Dalam perayaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia
tahun ini, WHO mengusung tema “Bersiaplah untuk Kemasan Polos”. Kemasan polos
merupakan kebijakan yang membatasi dan melarang penggunaan logo, warna, gambar
merk, atau informasi promosi pada kemasan tembakau selain nama merk dan produk
yang ditampilkan dalam warna dan gaya font standar.
Menurut WHO, hal tersebut penting untuk
mengurangi daya tarik produk tembakau, membatasi penggunaan kemasan tembakau sebagai
bentuk iklan dan promosi, pelabelan dan kemasan yang menyesatkan, serta
mengefektifkan peringatan bahaya kesehatan.
Australia menjadi negara pertama yang telah
mengimplementasi kemasan polos produk tembakau pada tahun 2012. Sejumlah negara
termasuk Irlandia, Inggris dan Perancis telah meresmikan hukum untuk
mengimplementasikan kemasan polos dan tengah memasuki tahap pertimbangan untuk
mengimplementasikannya.
Kecanduan nikotin memiliki efek buruk bagi
kesehatan. Zat yang terkandung dalam tembakau ini mengikat jalur dopamin otak
seperti halnya zat terlarang lain seperti alkohol, met, heroin, dll.
Bukan hanya perokok aktif, perokok pasif
turut terkena dampaknya. Tembakau membunuh 600.000 perokok pasif per tahunnya.
Angka lebih mengerikan terjadi di tahun 2004, di mana sepertiga kematian anak
terjadi karena posisinya sebagai perokok pasif.
