Gawat......!!! Hutan ‘Dibabat' Industri, Babi Hutan Masuk Perkampungan Warga
0 menit baca
Bantenekspose.com - Warga di sejumlah desa di kecamatan
Bayah Kabupaten Lebak kini sedang dilanda keresahan dan ketakutan diserang
kawanan babi hutan atau celeng. Soalnya, kawanan babi hutan itu mulai merambah
masuk keperkampungan warga. Warga khawatir, binatang 'haram' itu menyerang dan
melukai warga. Bahkan, kawanan babi hutan itu kini sudah mulai merusak tanaman
milik warga.
"Iya, sudah sekira satu bulan ini kampung kami kerap didatangi gerombolan celeng (babi hutan-red)," kata Samid warga Desa Cidikit kecamatan Bayah, kepada Wartawan, kemarin.
Biasanya, lanjut dia, kawanan celeng itu datangnya saat malam hari atau selepas magrib ketika warga sedang beristirahat. Kata dia, kawanan celeng itu turun ke perkampungan warga hendak mencari makanan. Soalnya, hutan tempat babi hutan itu tinggal sudah dibabat habis untuk pembangunan pabrik semen. Sehingga kawanan celeng tersebut merangsek keperkampungan warga untuk mencari makanan.
"Terus terang, kami takut diserang tiba-tiba oleh kawanan celeng yang setiap malam berkeliaran di perkampungan," keluh Samid.
Tak hanya di Desa Cidikit, kawanan babi hutan juga merangsek ke desa Sawarna. Bahkan, beberapa waktu lalu seorang warga desa itu terluka parah diserang kawanan celeng. Iwan seorang warga Desa Sawarna menuturkan, tak hanya menyerang warga, babi hutan juga merusak tanaman milik warga.
"Tidak sedikit tanaman warga seperti jagung dan singkong yang dirusak oleh kawanan babi hutan itu," ujarnya.
Sekretarus Desa (Sekdes) Cidikit Jumha Atmaja membenarkan jika wilayahnya kerap didatangi kawanan babi hutan. Ia mendesak, aparat berwenang segera mengatasi masalah itu karena sangat meresahkan dan merugikan warga.
"Aparat berwenang harus segera turun tangan mengatasi kawanan celeng itu, karena meresahkan dan merugikan warga. Banyak tanaman warga yang rusak akibat diserang babi itu," tandasnya. (Epy)
"Iya, sudah sekira satu bulan ini kampung kami kerap didatangi gerombolan celeng (babi hutan-red)," kata Samid warga Desa Cidikit kecamatan Bayah, kepada Wartawan, kemarin.
Biasanya, lanjut dia, kawanan celeng itu datangnya saat malam hari atau selepas magrib ketika warga sedang beristirahat. Kata dia, kawanan celeng itu turun ke perkampungan warga hendak mencari makanan. Soalnya, hutan tempat babi hutan itu tinggal sudah dibabat habis untuk pembangunan pabrik semen. Sehingga kawanan celeng tersebut merangsek keperkampungan warga untuk mencari makanan.
"Terus terang, kami takut diserang tiba-tiba oleh kawanan celeng yang setiap malam berkeliaran di perkampungan," keluh Samid.
Tak hanya di Desa Cidikit, kawanan babi hutan juga merangsek ke desa Sawarna. Bahkan, beberapa waktu lalu seorang warga desa itu terluka parah diserang kawanan celeng. Iwan seorang warga Desa Sawarna menuturkan, tak hanya menyerang warga, babi hutan juga merusak tanaman milik warga.
"Tidak sedikit tanaman warga seperti jagung dan singkong yang dirusak oleh kawanan babi hutan itu," ujarnya.
Sekretarus Desa (Sekdes) Cidikit Jumha Atmaja membenarkan jika wilayahnya kerap didatangi kawanan babi hutan. Ia mendesak, aparat berwenang segera mengatasi masalah itu karena sangat meresahkan dan merugikan warga.
"Aparat berwenang harus segera turun tangan mengatasi kawanan celeng itu, karena meresahkan dan merugikan warga. Banyak tanaman warga yang rusak akibat diserang babi itu," tandasnya. (Epy)
