NEWS

Sekda Sebut Relokasi Dadap Diduga Ada Oknum Provokator

Bantenekspose.com - Berderetnya sejumlah sepanduk yang bertuliskan " Warga Tolak Penggusuran" di sepanjang jalan Raya dadap, merupakan bentuk perlawanan terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang, yang akan menyulap Lokalisasi Dadap Menjadi Islamic center.

Hari ini Selasa (10/5) Surat peringatan ll (SP 2) kembali diberikan Namun warga kembali menolak dan memblokade jalan menuju kampung baru, dia menginginkan berdialog dengan Pemerintah, namun Pemkab Tangerang menurunkan Ratusan Petugas gabungan hingga terjadi kericuhan, warga juga berncana akan melaporkan Pemkab ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) dan Ombudsman.

Menanggapi hal tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang H.Iskandar Mirsyad angkat bicara dia Menduga ada oknum yang ingin membuat rusuh dan mengagalkan upaya Pemkab Tangerang dalam merelokasi Warem Dadap.

"Saya menduga ada oknum provokator di balik gerakan warga," tegas Mirsyad saat dikonfirmasi diacara lepas sambut Korem 052 di Aula Golf Modernland Kota Tangerang, Senin malam (9/5)

Menurut Sekda, warga bukan digusur, tapi diberikan tempat tinggal yang layak karna Pemkab sudah menganggarkan biaya sewa Kontrakan untuk warga selama 1.5 Tahun, atau selama Proses pembangunan Rusunawa belum selesai.

"Pemerintah sudah menyiapakan 400 Kontrakan siap huni, itu hanya sementara, setelah rusun selesai Warga di kembalikan ke Rusun," tambahnya.

Sekda berencana akan melakukan pendekatan kepada warga secara persuasif, supaya masyarakat mengerti ke arah yang lebih maju Dia berharap Masyarakat Kabupaten Tangerang yang terkena relokasi,ikut serta berperan mendukung langkah pemerintah.

"Setiap Pemda merelokasi sudah pasti ada solusi yang tidak merugikan warga dan yang di tempati buka tanah warga tapi pemda," pungkasnya (wan)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar