Terungkap, Ternyata Agus Mutilasi Nuril Menggunakan Gergaji
0 menit baca
Bantenekspose.com - Jajaran petugas Polres Kota (Polresta) Tangerang, menggelar pra rekonstruksi kasus mutilasi yang dilakukan Kusmayadi alias Agus, terhadap Nur Astiyah alias Nuri, janda beranak dua di Kabupaten Tangerang.
Pra rekonstruksi digelar di lokasi perkara, sebuah rumah kontrakan di Kampung Telaga Sari, RT 12/1, Desa Telaga Sari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Senin (9/5).
Dalam pra rekonstruksi tersebut, dihadirkan pelaku utama, Kusmayadi alias Agus serta Erik, yang membantu Agus membuang potongan tubuh Nuri.
Menurut Kasat Reskrim Polres Kota (Polresta) Tangerang, Kompol Gunarko mengatakan, pra rekontruksi digelar dengan pengamanan ketat petugas.
“Ya, menjalani pra rekontruksi hari ini, untuk mengetahui peristiwa mutilasi tersebut,” kata Gunarko kepada wartawan, Senin (9/5).
Sebanyak 26 adegan diperagakan Kusmayadi alias Agus, dalam pra rekontroksi kasus mutilasi terhadap Nur Astiyah alias Nuri.
Wakapolresta Tangerang, AKBP Mukhti Juharsa mengatakan, adegan tersebut mulai saat Agus bertengkar dengan Nuri, sampai akhirnya Agus memutilasi tubuh Nuri.
“Pada adengan ke-2, pelaku mulai mencekik korban hingga tewas. Dan, di adegan ke-12, menunjukan saat pelaku memotong bagian tubuh korban. Bagian tangan dipotong pakai golok, sedangkan kaki dipotong dengan gergaji,” ungkapnya.
Diketahui, Kusmayadi alias Agus merupakan pelaku mutilasi pada Nur Astiyah alias Nuri yang ditemukan tewas dengan kondisi hamil tujuh bulan serta, terpotong pada bagian tangan dan kaki di kamar mandi kontrakannya.
Meski tak seramai sebelumnya, namun pra rekonstruksi kasus mutilasi wanita hamil yang digelar di Kampung Telaga Sari, RT 12/1, Desa Telaga Sari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, tetap dipadati ratusan warga sekitar.
Ya, warga berdatangan ke lokasi pra rekonstruksi, guna melampiaskan rasa penasarannya akan sosok Kusmayadi alias Agus, pelaku mutilasi sadis terhadap Nur Astiyah alias Nuri.
“Kita datang kesini karena penasaran ingin melihat wajah si penjagal (Kusmayadi alias Agus),” ujar Mariah, warga setempat.
Untuk mengamankan jalannya pra rekontruksi tersebut, Polresta Tangerang bahkan menerjunkan 33 Tim Khusus (Timsus) bersenjata lengkap.
Pantauan dilokasi, meski dijaga ketat, namun warga yang geram sempat menyoraki dan melempari pelaku mutilasi dengan botol aqua plastik.
Sebelumnya diketahui, pada 23 April 2016 lalu, polisi gagal menggelar pra rekontruksi di lokasi perkara, akibat antusias masyarakat yang membludak.
Diketahui, jasad Nuri dengan kondisi terpotong-potong ditemukan tanpa tangan dan kaki di kamar mandi rumah kontrakan di Desa Telaga Sari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, pada 13 april 2016 lalu.(dam)
Pra rekonstruksi digelar di lokasi perkara, sebuah rumah kontrakan di Kampung Telaga Sari, RT 12/1, Desa Telaga Sari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Senin (9/5).
Dalam pra rekonstruksi tersebut, dihadirkan pelaku utama, Kusmayadi alias Agus serta Erik, yang membantu Agus membuang potongan tubuh Nuri.
Menurut Kasat Reskrim Polres Kota (Polresta) Tangerang, Kompol Gunarko mengatakan, pra rekontruksi digelar dengan pengamanan ketat petugas.
“Ya, menjalani pra rekontruksi hari ini, untuk mengetahui peristiwa mutilasi tersebut,” kata Gunarko kepada wartawan, Senin (9/5).
Baca juga: Guyuran Hujan Iringin Pemakaman Nuri
Sebanyak 26 adegan diperagakan Kusmayadi alias Agus, dalam pra rekontroksi kasus mutilasi terhadap Nur Astiyah alias Nuri.
Wakapolresta Tangerang, AKBP Mukhti Juharsa mengatakan, adegan tersebut mulai saat Agus bertengkar dengan Nuri, sampai akhirnya Agus memutilasi tubuh Nuri.
“Pada adengan ke-2, pelaku mulai mencekik korban hingga tewas. Dan, di adegan ke-12, menunjukan saat pelaku memotong bagian tubuh korban. Bagian tangan dipotong pakai golok, sedangkan kaki dipotong dengan gergaji,” ungkapnya.
Diketahui, Kusmayadi alias Agus merupakan pelaku mutilasi pada Nur Astiyah alias Nuri yang ditemukan tewas dengan kondisi hamil tujuh bulan serta, terpotong pada bagian tangan dan kaki di kamar mandi kontrakannya.
Meski tak seramai sebelumnya, namun pra rekonstruksi kasus mutilasi wanita hamil yang digelar di Kampung Telaga Sari, RT 12/1, Desa Telaga Sari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, tetap dipadati ratusan warga sekitar.
Ya, warga berdatangan ke lokasi pra rekonstruksi, guna melampiaskan rasa penasarannya akan sosok Kusmayadi alias Agus, pelaku mutilasi sadis terhadap Nur Astiyah alias Nuri.
“Kita datang kesini karena penasaran ingin melihat wajah si penjagal (Kusmayadi alias Agus),” ujar Mariah, warga setempat.
Untuk mengamankan jalannya pra rekontruksi tersebut, Polresta Tangerang bahkan menerjunkan 33 Tim Khusus (Timsus) bersenjata lengkap.
Pantauan dilokasi, meski dijaga ketat, namun warga yang geram sempat menyoraki dan melempari pelaku mutilasi dengan botol aqua plastik.
Sebelumnya diketahui, pada 23 April 2016 lalu, polisi gagal menggelar pra rekontruksi di lokasi perkara, akibat antusias masyarakat yang membludak.
Diketahui, jasad Nuri dengan kondisi terpotong-potong ditemukan tanpa tangan dan kaki di kamar mandi rumah kontrakan di Desa Telaga Sari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, pada 13 april 2016 lalu.(dam)
