NEWS

Warga Dadap Tolak Direlokasi

Warga Dadap protes menolak direlokasisi. Sementara Pemkab Tangerang, berencana menjadikan kawasan Dadap menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH), Islamic Center dan Pusat WIsata Kuliner
Bantenekspose.com - Seperti diberitakan sebelumnya, Pemeritah Kabupaten Tangerang berencana merubah Lokalisasi Dadap menjadi Islamic Center, Kawasan wisata kuliner dan ruang terbuka hijau.

Hari ini Rabu (27/4)  Pemda Kabupaten Tangerang menurukan Surat Peringatan 1 (SP 1) untuk masyarakat yang terkena zonasi penertiban Dadap. Menurut warga sekitar, bukan hanya lokalisasi tapi pemukiman warga yang notabennya nelayan pun ikut didalamnya.

Penyampaian Surat Peringatan 1, dikawal ketat oleh aparat  TNI, Polri dan Satpol PP.  Beberapa sepanduk bertuliskan Tolak Penertiban, terpampang di sepanjang Kali Dadap. Ratusan warga tak luput melakukan orasi di Jembatan Ceng In (Jl.Pintu Masuk ke kawasan Lokalisasi dan pemukiman _ red) sebagai bentuk perlawanan kepada Pemda.

Suganda (50) sesepuh Dadap mewakili warga di 3 Rw , menyesalkan langkah pemerintah daerah untuk menertibkan pemukiman dan lokalisasi dadap tanpa solusi yang belum pasti. Menurutnya, warga lebih baik ditata ketimbang direlokasi

"Bila ditata warga pasti menerima, tapi kalau ditertibkan kita akan tolak," ujarnya

Suganda juga berpandangan selama ini tanah yang ditempati warga, adalah tanah hibah dari PT Angkasa Pura ll (Persero) pada tahun 80-an, melaui Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), untuk pemukiman para nelayan, surat hibah tersebut diterima oleh alm. Umar yang saat itu menjabat ketua KUD Minabahari Pantai Dadap.


"Lahan yang di singgahi warga itu tanah Hibah dari AP ll seluas Kurang lebih 3 hektar yang mencakup 3 RW di Kelurahan Dadap," terangnya. (dam)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar