NEWS

RSUD Malingping, Kebanggaan yang Mengecewakan

Seorang warga mengendong bayi dipangkuannya, saat antre di luar ruang Dokter Spesialis Anak
Bantenekspose.comPemerintah Provinsi Banten boleh bangga dengan jumlah kunjungan pasien ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malingping, yang kian hari terus mengalami peningkatan. Artinya masyarakat mulai menaruh percaya terhadap pelayanan yang diberikan rumah sakit yang merupakan satu-satunya di wilayah Cilangkahan (Wilayah Lebak Selatan) ini. Namun, apa jadinya jika peningkatan jumlah kunjungan pasien itu tidak diimbangi dengan fasilitas yang cukup. Tentu masyarakat kecewa.

Pantauan Bantenekspose.com, Kamis (7/4/2016), sejak pagi halaman parkir RSUD Malingping sudah dipadati‎ kendaraan. Di ruang antrean medrek juga ratusan calon pasien sudah memadatinya. Sebagian keluarga yang mengantar pasien memilih menunggu di luar, ada yang kumpul di Mushola, di kantin dan ada juga yang kumpul dibawah pohon halaman RSUD. Cukup memprihatinkan memang, namun ada yang lebih memprihatinkan ketika memasuki ruang tunggu dokter spesialis yang  sebenarnya bukan ruang tunggu, melainkan hanya jalan gang menuju ruang bidan. 

Disitu, pasien dokter spesialis kandungan dan spesialis anak mengantri‎. Ironisnya, meskipun calon pasien cukup banyak, ditempat itu hanya disediakan dua unit kursi panjang. Ya, otomatis tidak semua calon pasien bisa duduk di kursi yang hanya muat untuk duduk enam orang. Sebagian ada yang duduk di lantai, ada yang berdiri sambil menggendong bayi, ada juga yang memilih menunggu di luar gedung RSUD Malingping.

Selain itu, kondisi miris juga tampak ketika ada pasien yang tidak kebagian ruang rawat, entah bagaimana ruang bidan pun disulap jadi ruang rawat inap. Kopleks sudah derita calon pasien RSUD milik Pemerintah Banten ini. Duduk antre dilantai diantara hilir mudik pasien yang rawat inap di ruang bidan. Pengap dan panas tampak jelas ketika keringat bercucuran di wajah calon pasien, tangis bayi pun tak berhenti.


Entah seperti apa penggunaan anggaran untuk kelengkapan fasilitas RSUD ini yang konon anggarannya itu mencapai milyaran rupiah. Patut dipertanyakan juga upaya pemeliharaannya, jika cat dinding saja sudah menglupas dan lantai kramik juga sudah banyak yang terlepas. Belum lagi ketika hujan turun, banyak atap yang bocor. (sohib)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar