Ribuan Nelayan Lebak Selatan Akan Dapat Kartu Identitas
0 menit baca
Bantenekspose.com – Seluruh nelayan di wilayah Lebak Selatan (Baksel) akan
segera mendapatkan kartu identitas nelayan. Hal tersebut bertujuan agar warga
yang berprofesi sebagai nelayan dapat teridentifikasi secara jelas, suapaya
program-program bantuan pemerintah untuk nelayan tepat sasaran.
Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (UPT)
Pusat Pendarat Ikan (PPI) pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lebak,
Ahmad Hadi menjelaskan, bahwa yang dimaksud nelayan itu bukan hanya warga yang
sehari-harinya beraktifitas melakukan penangkapan ikan di laut saja, melainkan
warga yang memiliki kapal, perahu dan yang berjualan ikan juga termasuk
nelayan. Saat ini, lanjut Hadi, pihaknya tengah melakukan pengumpulan sekaligus
perekaman data nelayan yang ada di Baksel, untuk selanjutnya di cetak menjadi
kartu identitas nelayan.
“Yang datanya sudah lengkap langsung
di rekam dan kartunya akan segera dicetak,” ujarnya kepada Bantenekspose.com,
Selasa (12/4/2016).
Dikatakan Hadi, hingga saat ini
jumlah nelayan yang ada id wilayah Baksel ada sebanyak 3.900 orang. Namun,
katanya, tidak menutup kemungkinan masih banyak nelayan yang belum terdata oleh
pihaknya. Sehingga, dengan pembuatan kartu nelayan ini, semuanya dapat terdata
secara akurat. Fungsi dari kartu nelayan ini, lanjut Hadi, diantaranya untuk
kejelasan sasaran program bantuan pemerintah, asuransi dan salah satu bukti
identitas nelayan ketika hendak membeli bahan bakar di SPBU.
“Di kita ini kan belum ada SPBU
khusus untuk nelayan, jadi sementara ini masih mengisi BBM ke SPBU biasa. Nah,
kartu nelayan ini bisa digunakan untuk membuktikan bahwa yang bersangkuran
benar-benar nelayan saat membeli BBM ke SPBU,” katanya.
Sementara itu, Umam salah seorang
nelayan Binuangeun mengatakan, kartu nelayan itu penting untuk dimiliki oleh
nelayan, sebab banyak manfaatnya. Semisal, kata Umam, ketika ada program
bantuan dari pemerintah untuk nelayan, kadang-kadang ada saja orang yang mengaku-ngaku
nelayan untuk mendapatkan program tersebut, yang padahal sama sekali bukan
nelayan.
“Kalau sudah ada kartu nelayan kan
enak, lebih jelas dan bantuan untuk nelayan juga akan tepat sasaran,” katanya.
(sohib)
