Namanya Bukan Banten Selatan, Bila Aliran Listrik Tidak Braypet
0 menit baca
![]() |
| MATI LAMPU. Pedagang di Pasar Malingping terpaksa menggunakan penerangan seadanya. |
Bantenekaspose.com – Pelayanan PLN Rayon Malingping, kembali
dipersoalkan pelanggan. Apalagi kalau bukan urusan braypet alias aliran listrik sering mati. Namanya bukan
Banten Selatan jika tidak ada aliran listrik Braypet. Itulah kalimat yang
terungkap warga di 17 kecamatan yang di Banten Selatan, yang meliputi wilayah
selatan Lebak dan Pandeglang barat yang jaringan listriknya dinaungi PLN Rayon
Malingping.
“Listrik mati di wilayah Banten
selatan ini sudah jadi makanan sehari-hari warga. Dan hingga sekarang tidak
pernah ada solusi penyelesaian secara teknis oleh pihak PLN itu. Bahkan malam Selasa
kemarin lusa listrik mati sampai empat jam,” kata Nurwan Kosasih, warga
Malingping, kepada Bantenekspose.com.
Menurut Nurwan, kasus braypet di wilayahnya itu dalam sehari
selalu dialami minimal tiga sampai empat kali kejadian. Namun, kata cia, hingga
saat ini pihak PLN tidak pernah memberikan solusi menyegarkan.
Bahkan, ujarnya lagi, PLN rayon
Malingping itu tidak pernah memberikan tembusan kepada para konsumen soal kasus
gangguan jaringan yang terjadi. “Yang saya tahu, sejak dipimpin menejer yang
baru Agung, PLN Rayon Malingping ini semakin parah mengalami braypet, dan
bahkan tidak pernah sama sekali memberikan informasi permohonan maaf,” katanya.
Menurut Nurwan, jika pun
pimpinan PLN Malingping itu ditelepon warga soal kasus adanya gangguan
jaringan, terkadang teleponnya tidak diangkat. “Kalaupun dia mengangkat
telepon, dia hanya menyalahkan kondisi alam saja, tidak pernah mengungkapkan
minta maaf kepada warga,” tandas Nurwan.
Cecep, warga Cikeusik Kecamatan
Kabupaten Pandeglang mengeluhkan hal yang sama. Menurunya, kasus listrik
mati di wilayah selatan sudah jadi tradisi yang bisa saja jadi ikon
keterpurukan listrik yang memiriskan di Banten Selatan.
“Sepanjang sejarah adanya listrik
di wilayah selatan yang sudah lebih 20 tahun itu, sepanjang itulah mati listrik
selalu jadi tontonan memilukan, sehingga banyak aktifitas kerja dan usaha yang
mengandalkan listrik harus berkabung terus,” tanadasnya. (matin)
