Walah……Aliran Sesat di Kronjo Ajarkan Naik Haji Cukup Kelilingi Empang 60 Kali
0 menit baca
Bantenekspose.com – Saat sebagian besar masyarakat Banten asik dengan
persoalan isu Pemilihan Gubernur Banten 2017, di Kabupaten Tangerang ternyata
masyarakat resah dengan kemunculan aliran sesat, yang mengajarkan kepada jamaahnya
bahwa umat Islam tidak perlu menunaikan haji ke Makkah, cukup dengan mengikuti pengajian dan
mengelilingi sebuah empang milik tanah bengkok.
Seperti
diberitakan berbagai laman media online, warga Desa
Pagedangan Ilir RT 02/04, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang resah dengan aliran
ini. Hingga kini tidak memiliki nama
perkumpulan jamaahnya, karena kedua pelaku asal Kronjo ini enggan berterus
terang. Tak ayal, warga sekitar yang kesal, langsung menggerbek tempat
perkumpulan ini. Selain warga Kronjo, jamaah perkumpulan yang diduga aliran
sesat ini ternyata banyak yang berasal dari Kota Tangerang, Tangsel, DKI
Jakarta dan Serang.
Muspika
Kronjo beserta MUI langsung melakukan tindakan dengan memanggil dua orang
pimpinan jamaah tersebut. Ke dua orang jamaah asal Desa Pagedangan ilir yang
dipanggil adalah Ustad Mamdu Amin (45) dan Rahmat (41). Aktifitas jamaah yang
baru terendus oleh warga Minggu (20/3/2016) lalu ini, langsung digerebek oleh
warga. Saat itu puluhan jamaah sedang melakukan ibadah dengan mengelilingi
empat sebanyak 60 kali.
Salah
satu warga Kronjo Damanhuri, aktivitas pengajian jamaah yang diduga menganut
aliran sesat ini, sudah berlangsung satu bulan yang lalu. Namun warga baru
mengetahui secara pastinya Minggu (20/03/2016). Karena dianggap meresahkan,
warga kemudian menggerbeknya, beruntung tidak ada tindakan anarkis dari
warga.
Untuk
mengantisipasi gangguan Kamtibmas, kedua orang yang diduga menganut paham aliran
sesat dipanggil ke Kantor Camat Kronjo. Dihadapan Muspika pimpinan jamaah yang
mengajarkan aliran sesat ini berjanji akan menghentikan aktivitasnya yang
meresahkan warga.
"Keduanya
telah menandatangani surat pernyataan untuk tidak menyebarkan ajaran tersebut
kepada masyarakat. Segala aktivitasnya dihentikan," terang Damanhuri.
Sekretaris
MUI Kecamatan Kronjo Ustad Fuad Ghojin membenarkan adanya aktivitas warga
Kronjo yang melakukan ibadah menyimpang. MUI Kecamatan Kronjo tengah
mempelajari ajaran yang dianut Ustad Mamdu Amin dan Ustad Rahmat, karena tidak
seperti pada umumnya. Hanya dengan mengelilingi empang 60 putaran, para jamaah
sudah menggugurkan kewajibannya berziarah ke tanah suci Makkah.
"Sedang
kita dalami, rencanaya kami akan meminta fatwa MUI kabupaten Tangerang. Tapi
kedua warga Kronjo ini sudah berikrar akan mengehentikan aktivitasnya dengan
menandatangani surat pernyataan di atas materai dihadapan Camat, Kapolsek dan
Danramil Kronjo," ujarnya. (sg)
