Terinspirasi Umar bin Khattab, Syaikh Husein Yee Tinggalkan Buddha dan Memeluk Islam
0 menit baca

Bantenekspose.com - Subhanallah….., kajian “Only You” di Masjid Kampus UGM Yogyakarta, pada pertengahan bulan lalu, dihadiri dua ribuan orang. Kajian yang membahas masalah tauhid dan implementasinya dalam kehidupan tersebut, diisi oleh seorang ulama Malaysia berdarah Cina bernama Husein Yee.
Dalam
tausiyah yang dimulai usai shalat maghrib dan dilanjutkan setelah shalat isya
tersebut, Yee menjelaskan dengan bahasa ringan dan suasana kekeluargaan. Dalam
mengupas kandungan Surat Al-Fatihah, dia menjabarkannya sampai dalam hal
muamalah dalam maysarakat multi agama.
Dikatakannya
bahwa Islam itu sungguh indah dan kaya akan hasanah. Dalam berucap salam
misalnya, dia mengatakan bahwa salam dalam Islam adalah sebaik-baik ucapan salam.
Di sana berisi doa yang sangat agung yang tak terdapat pada salam-salam dalam
agama maupun budaya di luar Islam. Bahkan dalam hal ini pun Islam begitu jeli.
Salam kepada Muslim berbeda dengan kepada orang kafir. Muslim pun punya jawaban
tersendiri bila ada orang kafir mengucap salam.
“Keindahan
nilai Islam adalah untuk semua makhluk Allah SWT… Kalo orang kafir salam, ya
kita jawab, wa”alaika atau wa’alaikum,” tutur Yee, seperti dilansir lama Panjimas.com.
Ulama yang
pernah berguru kepada Syaikh Albani ini juga mengisahkan secara singkat bagaimana
dulu ia memilih masuk Islam padahal keluarganya Buddha. Ia katakan, dirinya
memutuskan menjadi muallaf setelah membaca sejarah Umar Ibnul Khattab Ra.
Dimana beliau pada awalnya menjadi tokot yang sangat keras memusuhi Islam,
namun kemudian menjadi pembela Islam yang sangat tangguh.
“Saya masuk
Islam karena membaca sejarah Umar,” kisah dia.
Kemudian Yee
juga menjelaskan bagaimana karakteristik muslim. Yakni diantaranya tak mau mati
sia-sia, dan ingin mati di jalan Allah SWT.
“Muslim tak
mau mati sia-sia, tak mau mati su’ul khatimah. Bukan mati karena orang, bukan
karena benda, namun karena lillahi Rabbil ‘alamiin,” tegas Yee. (panjimas/sg)