Tasyakuran Pembangunan Jalan Nasional di Bayah Tak Jelas, Satker Dinilai Hamburkan Anggaran
0 menit baca
Bantenekspose.com - Sejumlah Aktifis menyoal anggaran yang digunakan untuk kegiatan syukuran pembangunan jalan Nasional di wilayah Lebak Selatan (Baksel) yang di gelar sebulan lalu di Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.
Soalnya, anggaran kegiatan yang digagas Satuan Kerja (Satker) Jalan Nasional wilayah Banten itu dituding tak jelas. Para aktivis menuding, kegiatan hura-hura itu tidak bermanfaat dan hanya menghambur-hamburkan uang negara.
"Kami melihat kegiatan itu hanya sebatas hura-hura belaka, tidak ada nilai manfaatnya. Hanya hamburkan anggaran saja," kata Aktivis Pemuda Baksel Yayat Nurwan Kosasih kepada Bantenekspose.com, Kamis (17/3/2016).
Seharusnya, kata dia, Satker melakukan evaluasi terhadap hasil pembangunan jalan nasional yang kualitasnya sangat buruk, bukan malah merayakan pesta. Ia membeber, jalan nasional mulai dari Simpang - Bayah - batas Jawa Barat (Jabar) sudah banyak yang rusak. Padahal, jalan baru dua bulan selesai dibangun.
"Bukan hanya itu, beberapa item pembangunan juga banyak yang belum diselesaikan seperti pembangunan drainase atau saluran air," paparnya.
Senada dikatakan warga kecamatan Bayah Nandang Supriatna yang mendesak agar aparat penegak hukum menyelidiki sumber anggaran kegiatan syukuran yang digelar Satker itu. Setahu dirinya, anggaran tersebut tidak ada dalam Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) instansi tersebut.
"Saya kira, ini hanya akal-akalan oknum Satker saja yang memanfaatkan kegiatan itu untuk meminta uang kepada para kontraktor yang membangun di ruas jalan itu," tudingnya.
Saat dihubungi Wartawan, panitia kegiatan syukuran pembangunan jalan yang juga pengawas Satker jalan nasional wilayah Banten Febian mengakui bahwa anggaran untuk kegiatan dari swadaya kontraktor jalan. Ia mengaku, jumlah anggaran yang terkumpul untuk kegiatan sumbangan dari kontraktor sebesar Rp300 juta.
"Kan, uangnya dipakai untuk kegiatan seperti bakti sosial pembagian sembako dan lainya," bebernya.
Kata dia, soal buruknya kualitas hasil pembangunan jalan itu urusan Satker, dirinya tidak punya kewenangan untuk mengeluarkan pernyataan di media.
"Kalau soal itu (pembangunan jalan-red) silahkan tanya langsung ke Kasatkernya," tandasnya. (Sohib)
Soalnya, anggaran kegiatan yang digagas Satuan Kerja (Satker) Jalan Nasional wilayah Banten itu dituding tak jelas. Para aktivis menuding, kegiatan hura-hura itu tidak bermanfaat dan hanya menghambur-hamburkan uang negara.
"Kami melihat kegiatan itu hanya sebatas hura-hura belaka, tidak ada nilai manfaatnya. Hanya hamburkan anggaran saja," kata Aktivis Pemuda Baksel Yayat Nurwan Kosasih kepada Bantenekspose.com, Kamis (17/3/2016).
Seharusnya, kata dia, Satker melakukan evaluasi terhadap hasil pembangunan jalan nasional yang kualitasnya sangat buruk, bukan malah merayakan pesta. Ia membeber, jalan nasional mulai dari Simpang - Bayah - batas Jawa Barat (Jabar) sudah banyak yang rusak. Padahal, jalan baru dua bulan selesai dibangun.
"Bukan hanya itu, beberapa item pembangunan juga banyak yang belum diselesaikan seperti pembangunan drainase atau saluran air," paparnya.
Senada dikatakan warga kecamatan Bayah Nandang Supriatna yang mendesak agar aparat penegak hukum menyelidiki sumber anggaran kegiatan syukuran yang digelar Satker itu. Setahu dirinya, anggaran tersebut tidak ada dalam Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) instansi tersebut.
"Saya kira, ini hanya akal-akalan oknum Satker saja yang memanfaatkan kegiatan itu untuk meminta uang kepada para kontraktor yang membangun di ruas jalan itu," tudingnya.
Saat dihubungi Wartawan, panitia kegiatan syukuran pembangunan jalan yang juga pengawas Satker jalan nasional wilayah Banten Febian mengakui bahwa anggaran untuk kegiatan dari swadaya kontraktor jalan. Ia mengaku, jumlah anggaran yang terkumpul untuk kegiatan sumbangan dari kontraktor sebesar Rp300 juta.
"Kan, uangnya dipakai untuk kegiatan seperti bakti sosial pembagian sembako dan lainya," bebernya.
Kata dia, soal buruknya kualitas hasil pembangunan jalan itu urusan Satker, dirinya tidak punya kewenangan untuk mengeluarkan pernyataan di media.
"Kalau soal itu (pembangunan jalan-red) silahkan tanya langsung ke Kasatkernya," tandasnya. (Sohib)
