Proyek Investasi Luar Jawa Meningkat Dua Kali Lipat
0 menit baca
Bantenekspose.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal mencatatkan kenaikan
signifikan dalam jumlah proyek investasi di luar Pulau Jawa hingga dua kali
lipat. Dari data yang dimiliki oleh BKPM, jumlah proyek dari realisasi
investasi tahun 2015 mencapai 7.506 proyek meningkat 119% dari periode tahun
sebelumnya sebanyak 3.421 proyek. Peningkatan ini dinilai positif dalam upaya
untuk mendorong pemerataan realisasi investasi di Indonesia.
Tahun ini, BKPM menargetkan realisasi investasi di
luar Pulau Jawa diharapkan meningkat sebesar 18% dengan nilai realisasi
mencapai Rp 292,2 triliun atau 49,1% dari total realisasi investasi. Angka
tersebut sedikit dibawah nilai realisasi investasi Pulau Jawa yang ditargetkan
Rp 302,6 triliun atau 50,9% dari total target realisasi investasi.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky
Sibarani mengemukakan bahwa pihaknya memberikan perhatian terhadap
proyek-proyek investasi di luar Pulau Jawa yang sedang dalam masa konstruksi.
Tercatat 70 perusahaan di luar Pulau Jawa yang sedang dalam masa konstruksi
dipantau secara khusus oleh BKPM.
“Kami berencana akan meningkatkan jumlah perusahaan
yang akan dipantau, sehingga program untuk mendorong proyek-proyek investasi
terutama di luar Pulau Jawa ini cakupannya akan semakin luas,” ujarnya dalam
keterangan resmi kepada media, Kamis (3/3).
Dari data yang dimiliki oleh BKPM 70 perusahaan
investasi yang sedang dalam masa konstruksi tersebut telah melakukan realisasi
investasi senilai Rp 69,1 triliun. Jumlah ini setara dengan 44% dari realisasi
yang telah dilakukan oleh 141 perusahaan yang sedang dalam masa konstruksi.
Proyek investasi di luar Pulau Jawa juga menyerap lebih banyak tenaga kerja.
Tercatat serapan tenaga kerja dari 70 proyek investasi di luar Pulau Jawa
tersebut mencapai 33.941 atau setara dengan 52% dari keseluruhan penyerapan
tenaga kerja yang dilakukan.
“Beberapa proyek investasi yang diluar Jawa berada di
sektor-sektor strategis seperti infrastruktur, industri smelter, pertanian dan
perkebunan. Sedangkan untuk investasi di Pulau Jawa mayoritas didominasi sektor
manufaktur, industri, jasa dan perdagangan,” jelasnya.
Upaya untuk mengawal proyek investasi di luar Jawa
bukan berarti BKPM mengabaikan proyek-proyek investasi di Pulau Jawa, namun
demikian Kepala BKPM mengakui bahwa proyek-proyek investasi di luar Pulau Jawa
membutuhkan perhatian khusus dan lebih besar dibandingkan dengan proyek-proyek
di Pulau Jawa.
“Tantangannya lebih besar baik dari segi permasalahan
yang dihadapi seperti sengketa lahan, ketersediaan infrastruktur, maupun
dukungan pemerintah daerah. Padahal pemerintah ingin mendorong pemerataan
investasi, sehingga nilai strategis dari proyek investasi di luar Jawa ini
meningkat,” imbuhnya.
“Proyek tersebut
terdiri dari bidang industri, pembangkit tenaga listrik, real estate dan
beberapa industri lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung capaian
target investasi tahun ini yang dipatok Rp 594,8 triliun,” katanya. (sg)
