Pintu yang Dilalui Setan untuk Merasuki Manusia
0 menit baca
Secara sederhana, setan dengan sangat mudah memenangkan
pertempuran abadi melawan umat manusia. Mereka bisa melihat manusia secara
detail bahkan merasuk ke dalam tubuhnya, sementara manusia tak bisa melihat
atau merasakan setan di sekitarnya.
Belum lagi terkait sebuah fakta bahwa setan diberi wewenang
untuk masuk ke dalam tubuh manusia melalu enam pintu yang semuanya bisa terbuka
sewaktu-waktu jika manusia bersikap lalai dan abai.
Apakah keenam pintu tersebut?
“Berhati-hatilah! Jangan sampai
seorang pun masuk ke dalam rumahmu melalui salah satu pintu tersebut. Jika itu
terjadi, maka rusaklah isi rumahmu.” Kata seorang ahli hikmah sebagaimana
dikutip oleh Imam al-Harits al-Muhassibi dalam Risalah
al-Mustarsyidin.
Penjelasan ini merujuk pada sebuah
keterangan bahwa hati manusia diibaratkan sebuah tempat yang memiliki enam
pintu. Keenam pintu tersebut harus dijaga dengan baik dan ekstra sebab menjadi
jalan bagi setan untuk menggoda pemiliknya.
Keenam pintu yang dijadikan oleh
setan untuk masuk ke dalam hati manusia ialah lidah, penglihatan, pendengaran,
penciuman, kedua tangan, dan kedua kaki. “Kapan pun satu di antara enam pintu
itu terbuka tanpa sepengatahuan pemiliknya, hancurlah isi rumahnya.” ungkap
Imam al-Harits al-Muhassibi menjelaskan.
Saatnya kita bersikap waspada.
Jangan sampai lalai. Jangan biarkan keenam pintu itu terbuka tanpa penjagaan.
Jika terlena sedetik saja, setan akan senantiasa bersiaga untuk masuk ke dalam
hati dan mengisinya dengan bisikan nafsu serta syahwat.
Karenanya, kelalaian menjadi sebab
utama hingga mata sibuk dengan pemandangan yang haram, tak menjaganya dari
lawan jenis dan aurat yang terbuka, termasuk hasrat berlebih terhadap semua
jenis kenikmatan duniawi yang bisa diindra dengannya.
Begitu juga dengan pintu masuk yang
lain. Semuanya sibuk dengan kesia-sian, kemasiatan, dan dosa. Tidaklah berlalu
sedetik pun, kecuali melakukan dosa dan pengkhianatan terhadap Allah Ta’ala.
Sebagai penangkalnya, kita harus
berupaya sekuat tenaga dengan kemampuan terbaik agar senantiasa berada dalam
kesibukan dzikir kepada Allah Ta’ala dan ibadah lainnya, baik wajib maupun
sunnah. Sebab setan tak pernah lelah, tiada lengah, tidak tidur, dan bersiap
siaga untuk menjerumuskan manusia ke dalam lubang binasa hingga berakhir di
neraka-Nya.
Semoga Allah Ta’ala memberikan
kekuatan kepada kita untuk menjaga hati dari segala jenis bisikan setan yang
amat terkutuk. Aamiin.
Wallahu a’lam. (Kisahikmah.com/sg)
