Pelayanan PDAM Dikeluhkan Warga.
0 menit baca
Bantenekspose.com - Warga keluhkan
pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Cabang Malingping, yang kerap
terlambat dalam mensuplai air bersih. Tidak tanggung dalam seminggu hanya dua
kali didistribusikan, itupun waktunya terbatas hanya 2 hingga 3 jam.
"Saya kecewa dengan pelayanan
seperti ini, sebab kebutuhan air itu sangat penting, terlebih setiap bulannya
saya bayar lancar. Kenapa sih pasokan air tersendat," kata salah seoarang
warga Kampung Cikeusik Timur Desa Malingping Selatan, Budi kepada bantenekspose.com,
Kamis (17/3).
Dikatakan Budi, kebiasaan pelayanan
seperti ini sering terjadi, apalagi disaat musim hujan, sulit sekali
mendapatkan air bersih.
"Bisa seminggu 2 kali saja air
lancar, selebihnya ketika tidak ada air kami melakukan mandi cuci kakus,
menggunakan sumur umum di masjid," ujarnya.
Sementara itu, kepala cabang PDAM
Malingping Hery Abdilah, saat dikonfirmasi bantenekspose.com, membenarkan
kejadian tersebut. Distribusi air ke setiap konsumen terganggu, karena tidak normalnya
produksi di instalasi induk. Penyeb lain, tegangan listrik yang dibutuhkan itu
mestinya mencapai 3800 mega watt sering mati.
"Perlu diketahui saat ini listrik
di wilayah Malingping sering mati, akibatnya Produksi Air PDAM itu jadi
terhambat. Dimana tegangan ke Intalasi itu sering turun kadang kadang dibawah
300 mega watt. M u produksi bagaimana? Kecuali kita punya pengantinya, genset
juga kita tidak punya," katanya.
Persoalan ini, lanjut Hery, sudah
dilaporkan ke pusat termasuk ke pemerintah Daerah kabupaten Lebak. "Selain
pimpinan PDAM Rangkasbitung, Bupati pun sudah tahu," katanya (matin)
