Menperin Ajak Belgia Kembangkan R&D Teknologi Industri
0 menit baca
![]() |
| Menteri Perindustrian Saleh Husin (foto: Ist) |
Bantenekspose.com - Industri
pengolahan Indonesia terus berkembang seiring strategi meningkatkan nilai tambah
dari bahan baku mentah. Kontribusi pengolahan menyumbang 20,84 persen terhadap
nilai total pertumbuhan ekonomi (PDB).
Sedangkan industri pengolahan non migas berkontribusi sebesar 87,21 persen terhadap pendapatan industri pengolahan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 tumbuh 4,79 persen, sedangkan pertumbuhan industri non migas selama tahun 2015 sebesar 5,04% dan hal tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi.
Guna menopang pengembangan
industri pengolahan, Indonesia mengajak pemerintah negara lain dan perusahaan
global bekerja sama dalam investasi industri dan pendirian pusat penelitian
serta pengembangan (research and development/R&D).
Menteri Perindustrian Saleh
Husin mengatakan hal itu saat bertemu dengan Yang Mulia Putri Astrid yang
tengah melakukan kunjungan di Indonesia. Pertemuan dihelat di Jakarta, Senin
(14/3/2016) dalam rangka kunjungan misi ekonomi Belgia ke Indonesia bertajuk "Belgium-Indonesia
Technology Partnership".
"Peluang para pengusaha
Belgia untuk bekerjasama di Indonesia sangat menjanjikan termasuk pada sektor
investasi industri, inovasi dan penelitian dan pengembangan teknologi industri,
selain kemitraan di sektor perdagangan," kata Menperin sembari menyebut
langkah itu mendukung upaya peningkatan nilai tambah produktivitas, daya saing,
menghemat devisa, memperkecil impor dan menyerap tenaga kerja.
Turut hadir, Duta Besar Belgia
untuk Indonesia, Patrick Herman, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
Franky Sibarani, Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional
Achmad Sigit Dwiwahjono, dan Ketua KADIN Rosan P Roeslani.
Saya sangat berharap bahwa
kesempatan ini tidak hanya dapat menjaga hubungan baik kedua negara, tetapi
juga dapat meningkatkan kerja sama jangka menengah dan panjang yang saling
menguntungkan khususnya peningkatan hubungan Investasi Industri antara kedua
negara.
Federal Secretary of State for
Foreign Trade of Belgium Pieter De Crem mengungkapkan, pihak menggandeng
beberapa kalangan di Indonesia untuk bekerja sama. "Dalam minggu ini, kami
akan menandatangani 20 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU)
dengan korporasi dan universitas-universitas di Indonesia," katanya.
Indonesia, ungkap Menperin,
menyadari kerja sama antar negara dibutuhkan untuk saling melengkapi dan
bermuara pada kesejahteraan masyarakat kedua negara. "Tidak ada yang dapat
dilakukan secara sendiri di dunia, bahkan kedua tangan perlu melakukan kerja
sama antara yang satu dengan yang lainnya, kedua belah telapak kaki juga
saling bekerja sama, demikian pula dengan seluruh anggota badan, demikian pula
suatu kerja sama diperlukan antara sesama anggota keluarga," tutur Saleh
menggambarkan.
Hingga kini, pemerintah
Indonesia selalu melakukan pembenahan internal dalam mewujudkan komitmennya
untuk melakukan reformasi dan meningkatkan iklim investasi di Indonesia. Upaya
pembenahan untuk peningkatan ekonomi dilakukan secara cepat sejak September
2015 yang ditandai dengan dikeluarkannya paket kebijakan ekonomi.
INSENTIF INVESTASI
Dalam rangka menambah daya
tarik investasi, Pemerintah Indonesia juga menyediakan fasilitasi untuk
penguatan struktur dan peningkatan daya saing industri yang terdiri dari
insentif fiskal (Pembebasan/pengurangan PPh/tax holiday/tax allowance),
insentif non fiskal (kemudahan usaha di kawasan ekonomi khusus, perijinan
keimigrasian bagi tenaga kerja asing) dan moneter (keringanan pinjaman bank).
Salah satu perusahaan asal
Begia yang telah mendirikan pabrik adalah PT Eternit Gresik di Kawasan Industri
Surya Cipta, Karawang, Jawa Barat. Beroperasi sejak November 2015, pabrik ini
turut meningkatkan kerja industri fiber semen nasional dan mendukung program
pemerintah di bidang pembangunan konstruksi dan properti.
Pabrik memproduksi papan semen
berserat rata kapasitas produksi 22 juta meter persegi. “Aplikasinya antara
lain untuk plafon, partisi, dan juga dinding luar. Investasi kami mencapai Rp 1
triliun,” kata Presiden Direktur Eternit Gresik, Wim Messiaen yang turut hadir
pada pertemuan khusus antara Putri Astrid, Menperin Saleh Husin dan para
pengusaha Belgia. (Sg)
