Gandeng Perusahaan Lokal, PT Semen Indonesia Dirikan Pabrik Baru
0 menit baca
![]() |
| Penandatanganan Joint Venture Company PT Semen Indonesia Aceh antara PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dengan PT Samana Citra Agung |
Bantenekspose.com – Untuk memenuhi permintaan
kebutuhan semen di wilayah Sumatera, khususnya wilayah Aceh, Sumatera Utara,
Riau dan Kepulauan Riau, PT Semen Indonesia Tbk. bersama PT Samana Citra Agung
mendirikan pabrik baru secara patungan.
Penandatanganan Joint
Venture Company PT Semen Indonesia Aceh antara PT
Semen Indonesia (Persero) Tbk dengan PT Samana Citra Agung telah dilakukan di Aula
Lantai 21 Kantor Kementerian BUMN pekan lalu.
Penandatanganan
ini dilakukan oleh Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Suparni
dengan Direktur Utama PT Samana Citra Agung, Deni Fahlevi dan disaksikan oleh
Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media, Fajar Harry
Sampurano serta dihadiri oleh Anggota Komisi VI DPR RI, Fadhullah, dan Jajaran
Dewan Komisaris PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.
Menurut
Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Suparni, kesepakatan kerja ini
didasari oleh rencana dari Semen Indonesia untuk memperluas kapasitas produksi
dengan membangun kapasitas baru di wilayah Sumatera, bekerja sama dengan Samana
Citra Agung, perusahaan lokal di Aceh yang bergerak di bidang pertambangan dan
industri mineral.
“Ini
adalah sebuah strategi perusahaan mengingat permintaan semen di wilayah
Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara, Riau dan Kepulauan Riau. Proyeksi
pertumbuhan permintaan semen di area pemasaran yang berdekatan dengan pabrik
Semen Indonesia Aceh mencapai 6,5 persen per tahun dalam jangka panjang. Jadi
pembangunan pabrik baru ini merupakan langkah tepat untuk mengantisipasi
sekaligus memenuhi permintaan,” kata Suparni.
Perusahaan
patungan PT Semen Indonesia Aceh ini didirikan dengan perkiraan investasi
sekitar Rp 5,0 triliun dan rencana pembangunan dimulai pada tahun 2016 dan
diharapkan beroperasi 2020. Pabrik Semen Indonesia Aceh akan dibangun di
Kecamatan Batee dan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh dengan luas
lahan 1.500 Ha dan memiliki kapasitas 3 juta ton semen per tahun.
“Ini
adalah sebuah investasi produktif dimana mampu meningkatkan daya saing
perusahaan dan ‘kelahiran’ ini diharapkan membawa berkah bagi semua pihak,”
tutup Suparni. (sg)
