Dinilai Tak Koperatip, Warga Bejod Tutup Akses Jalan ke PAUD Negeri
0 menit baca
![]() |
| Akses Jalan menuju PAUD Negeri Salman Alfarizi ditutup warga (foto: matin) |
Bantenekspose.com - Gara-gara
kesal dengan pihak sekolah, yang dinilai tidak koperatif dan sinergis dengan
masyarakat serta pemerintah desa, warga Bejod akhirnya menutup akses jalan
menuju Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) Negeri Salman Alfarizi.
Kejadian penutupan
dilakukan warga pada hari Sabtu (5/3) dengan cara memagari jalan menuju
sekolah.
Informasi yang berhasil
dihimpun, kejadiannya bermula kejadian
ini dari persoalan kebutuhan masyarakat yang meminta kepada pihak sekolah untuk
memberikan akses jalan menuju lahan pertanian dan menuju kantor desa. Bukan
hanya itu, Sekolah Dasar Negeri 1 Bejod Kecamatan Wanasalam pun terkena dampak,
karena sekolah ini persis berada di belakang paud.
"Kami heran
kepada pihak sekolah sisi keberatannya dimana, tanah yang ditempati Paud ini
adalah tanah bengkok desa. Wajar ketika warga minta jalan untuk kebutuhan umum,"
ujar salah seoarang tokoh masayarakat bejod Arka, kepada wartawan.
Dikatakan Arka,
pemagaran ini dilakukan bukan berarti tidak mendukung pendidikan, namun
kerjasama denga warga pun itu penting bukan hanya membawa kepentingan sekolah
saja.
"Jika memang
tidak ada niatan dari kepala sekolah yang notabenenya pegawai negeri sipil,
saya berharap kepala sekolah Paud Salman Alfarizi ini untuk dipindah, sebab
tidak bisa diajak kerjasama," katanya.
Senada juga
disampaikan warga lainya Dedi, bahwa persoalan ini pernah dimusyawarahkan
dengan pihak sekolah. Awalnya setuju, namun belakangan menolak. Padahal pihak sekolah
tahu, jika lahan yang ditempatinya adalah tanah milik desa, tetapi bersikukuh
bertahan dengan mengorbankan semuanya.
"Perlu diketahui
akses jalan menuju sekolah yang dipagar sekarang ini, adalah tanah milik warga.
Rencananya akan ditempati bangunan rumah, sementara alternatif lainnya ada
warga yang memberikan jalan, namun itu bertepatan lurus dengan Paud. Saya kira
itu bukan pesoalan yang berat sebab warga dan masyarakat akan menata kembali,"
katanya. (Matin)
