Bulog Genjot Serapan Gabah Lokal
0 menit baca
Bantenekspose.com - Badan
urusan logistik (Bulog) sub Divre Lebak-Pandeglang terus menggenjot serapan
gabah lokal. Hal ini dilakukan agar petani lokal tidak kesulitan untuk menjual
gabah hasil panen. Selain itu, langkah ini juga dilakukan untuk menyelamatkan
gabah petani supaya harganya tidak anjlok.
"Untuk tahun ini kita berupaya
menargetkan dapat menyerap gabah petani lokal sebanyak 35 ribu ton dan yang
baru terserap dalan pengadaan sekitar 850 ton ," ujar Agus Siswantoro dari
Satuan Kerja (Satker) Pengadaan pada Bulog Sub Divre Lebak-Pandeglang, usai
melakukan monitoring ke sejumlah lahan peswahan milik petani di Lebak Selatan
kepada Bantenekspose.com, Selasa (22/3/2016).
Dikatakan Agus, dari hasil pantauan
di lapangan harga Gabah Kering Panen (GKP) di petani maupun di penggilingan
rata-rata mencapai Rp 3.700 per kilogram. Sehingga, lanjut Agus, pihaknya
optimis target serapan gabah lokal tahun ini dapat tercapai. Sebab harga
penerimaan di Bulog sendiri mencapai Rp 3.750 per kilogram sesuai dengan harga
eceran tertinggi (HET) sebagaimana intruksi presiden (Impres) nomor 5
Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah atau Beras dan Penyaluran Beras,
HPP GKP Rp 3.700 kilogram di tingkat petani, sedangkan di penggilingan Rp 3.750
per kilogram. HPP GKG Rp 4.600 per kilogram di penggilingan dan Rp 4.650
kilogram di gudang Bulog. Sedangkan, HPP beras mencapai Rp 7.300 per kilogram
di gudang Bulog.
“Saat ini kita terus gencar turun
ke lapangan melakukan sosialisasi dan melakukan pantauan harga, Alhamdulillah
masih sesuai dengan HET, sehingga kita optimistis bisa menyerapnya. Namun,
karena saat ini pelaksanaan panen belum merata, sehingga kita harus menunggu.
Ya perkiraan pertengahan April nanti,” katanya. (Matin)
