PT Nabata Janji Akan Keruk Lumpur Penyumbat Irigasi Cilangkahan 2
0 menit baca
![]() |
| Lumpur Yang Berasal dari Proyek Perumahan Menyumbat Aliran Irigasi CIlangkahan 2 (Foto: Matin) |
Bantenekspose.com
- Pihak pengembang pembangunan perumahan berjanji akan mengeruk lumpur irigasi Cilangkahan
2 yang menyumbat saluran dan meluap ke rumah warga.
Diberitakan
sebelumnya, gerusan tanah yang terbawa
air hujan sepanjang 300 meter dengan sedimen lumpur 1 meteran di irigasi Cilangkahan2 meluap akibat gerusan tanah pembangunan petumahan.
Dalam musyawarah yang digelar antara warga kp. Baru Desa Cilangkahan bersama Unit pelaksana Teknis (UPT) Sumber Daya Air wilayah Selatan, yang dimediasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebak dengan Salah seorang perwakilan PT Nabata , menyepakati bahwa solusinya lumpur irigasi yang berasal dari pembangunan perumahan, akan diangkat kemudian selanjutnya akan dibuatkan pengalihan saluran ke tempat lain agar gerusan tanah tidak masuk ke saluaran Irigasi.
Perwakilan PT. Nabata Asep, selaku pengembang pembangunan perumahan kepada Bantenekspose.com, Kamis (4/2) mengatakan bahwa pihak perusahaan akan mengangkat lumpur yang menutupi irigasi cilangkahan 2.
Dalam musyawarah yang digelar antara warga kp. Baru Desa Cilangkahan bersama Unit pelaksana Teknis (UPT) Sumber Daya Air wilayah Selatan, yang dimediasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebak dengan Salah seorang perwakilan PT Nabata , menyepakati bahwa solusinya lumpur irigasi yang berasal dari pembangunan perumahan, akan diangkat kemudian selanjutnya akan dibuatkan pengalihan saluran ke tempat lain agar gerusan tanah tidak masuk ke saluaran Irigasi.
Perwakilan PT. Nabata Asep, selaku pengembang pembangunan perumahan kepada Bantenekspose.com, Kamis (4/2) mengatakan bahwa pihak perusahaan akan mengangkat lumpur yang menutupi irigasi cilangkahan 2.
"Dalam
waktu dekat ini, kami akan mendatangkan alat berat untuk mengeruk lumpur yang
menyumbat saluran irigasi, sepanjang 300 meteran yang berdekatan dengan
pemukiman warga," katanya.
Dikatakan Asep, pihak pengembang pun tentunya meminta kepada pihak Dinas SDA wilayah selatan, jika kejadian kembali terjadi maka itu adalah tanggungjawab pihak Pemerintah Lebak dalam hal ini SDA wilayah selatan. (Matin)
Dikatakan Asep, pihak pengembang pun tentunya meminta kepada pihak Dinas SDA wilayah selatan, jika kejadian kembali terjadi maka itu adalah tanggungjawab pihak Pemerintah Lebak dalam hal ini SDA wilayah selatan. (Matin)
