Pertemuan M3nergy Nelayan Belum Final, FKMN Terus Berjuang
0 menit baca
![]() |
| Pertemuan M3nergy dengen nelayan belum final, FKMNN menyatakan menolak pengeboran karena merugikan nelayan (Foto: Matin) |
Bantenekspose.com- Pertemuan nelayan dengan pihak
perusahan M3nergy yang digelar di gedung serba guna (GSG) Binuangeun, Rabu (17/2) menuai
pro kontra, puluhan nelayan meninggalkan ruangan.
Hadir dalam
pertemuan tersebut, Humas M3nergy, Humas SKK Migas, Kepala Syahbandar Kementrian
Perhubungan Laut, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lebak, Pos AL, Jajaran
Muspika Kecamatan wanasalam dan Kecmatan Cikeusik, Kepala Desa Muara dan Kepala
Desa Cikiruhwetan, serta ratusan Nelayan yang pro dan kontra.
Menurut ketua FKMN, Andi Rahman, penolakan yang dilakukannya merupakan hasil dari kajian yang sudah didapat sebelumnya. Keberadaan lokasi pengeboran minyak yang berada di laut lepas Muara Binuangeun akan banyak merugikan nelayan.
"Sekarang saja dengan berdirinya tangker dalam beberapa hari ini, tangkapan ikan nelayan menurun, sebab disekitar garis pembatas tangker pengeboran, disitulah daerah yang dijadikan tangkapan ikan oleh nelayan," katanya.
Dikatakan Andi, pihaknya tidak akan berhenti untuk terus menyuarakan penolakan ini, karena bukan hanya mengancam pendapatan nelayan, namun lebih berbahaya lagi 20 atau 30 tahun mendatang akan berdampak pada daratan Binuangeun dan Desa Cikiruhwetan.
"Saya kira hal ini tidak bisa dibiarkan, jangan sampai masyarakat nelayan dibodohi oleh iming-iming konpensasi. Sebaliknya kehidupan yang akan datang itu yang mesti dipikirkan. Jika perusahaan ini tetap betaktivitas FKMN akan melakukan aksi demo lebih besar lagi. Bila perlu jika masih buntu kami akan mengadukan melalui aksi ke Istana Presiden,” katanya. (mAtin)
