Pemerintah Dorong Penciptaan Ekosistem Kewirausahaan yang Tangguh
0 menit baca
![]() |
| Foto: ekon.go.id |
“Wirausaha
berperan penting sebagai penggerak dan pengendali perekonomian daerah, bangsa,
dan negara melalui penciptaan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi,”
kata Deputi Koordinasi Bidang Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan dan Daya Saing
Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Rudy Salahuddin dalam pembukaan FGD Ekosistem
Kewirausahaan di Jakarta (24/2).
Berdasarkan
Aspen Network of Development Entrepreneur (organisasi yang mendorong
kewirausahaan di negara berkembang) menyimpulkan bahwa terdapat delapan area
penting dalam membangun ekosistem kewirausahaan yaitu: policy, finance,
human capital, market, business support, infrastructure, R&D dan Culture.
“Pengembangan
pada area policy, finance, business support, dan market merupakan
tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah, lembaga keuangan bank dan non bank,
asosiasi wirausaha dan lembaga pendamping wirausaha, serta perusahaan lokal dan
internasional”, tambah Rudy Salahuddin .
Masih
menurut Rudy, untuk pengembangan pada area human capital, infrastructure,
R&D, and culture merupakan tanggung jawab universitas, BUMN terkait,
lembaga peneliti, serta organisasi sosial.
Sementara
Deputi Koordinasi Bidang Industri dan Perniagaan Edy Putra Irawady, mengatakan
dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, Indonesia memiliki kekuatan yaitu
wirausaha atau Usaha Kecil dan Menengah dan logistik.
“Tanpa
wirausaha negara kita akan statis akan tenggelam seperti kerajaan romawi,
karena wirausaha adalah kekuatan kita,” tambah Deputi Koordinasi Bidang
Industri dan Perniagaan Edy Putra Irawady, dalam release yang diterima redaksi Bantenekspose.com
Saat
ini sedang ada 2 kebijakan yang sedang di godok yaitu menciptakan eksositem
kemudahan berusaha atau Ease of Doing business dan membangun E-Commerce
dalam rangka mempermudah perniagaan.
“Kebijakan
deregulasi yang dibuat, bertujuan untuk membangun industri yang berdaya
saing. Pemerintah juga mengembangkan sektor pariwisata, ekonomi desa kota
dan juga mendorong wirausaha,” pungkas Edy. (Zay)
