Nelayan Tolak Tawaran M3nergy, Kecuali Negara Hadir
0 menit baca
![]() |
| Kades Cikiruhwetan, Pandeglang Lukman Hakim, saat mengawal nelayan menolak aktifitas pengeboran minyak di kawasan Pulau Tinjil, karena merusak lingkungan dan mengancam kehidupan nelayan. (Foto: Ist) |
Bantenekspose.com
– Dikepung sekitar seribu nelayan Desa Muara Kabupaten Lebak dan Desa
Cikiruhwetan Kabupaten Pandeglang, membuat pihak M3nergy berpikir. Dikabarkan, pihak perusahaan asal Malaysia M3nergy Gama SDN BHD, ngajak
bertemu dengan masyarakat dan nelayan pada Rabu besok (17/2).
Menurut
Kepala Desa Cikiruhwetan Lukman Hakim, tawaran pertemuan pihak perusahaan
M3nergy bakal ditolak masyarakat dan nelayan. Pasalnya, kalau hanya pihak M3nergy Gama SDN BHD, tidak akan
menyelesaikan masalah.
“M3nergy katanya ngajak ketemu hari Rabu besok, tapi
kami, masyarakat dan nelayan baru mau ketemu kalau negara hadir ditengah kami. Kami
ingin Presiden, atau Mentri ESDM, Menteri Kelautan, Kementerian Ekonomi, Kementerian
Lingkungan Hidup, juga hadir dan mendengar suara kami,” tegas Lukman
Persoalan M3nergy, menurut Lukman, bukan hanya persoalan
masyarakat nelayan CIkiruhwetan dan Binuangeun saja, melainkan persoalan Banten
juga, menyangkut harkat hidup nelayan Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak dan Kecamatan
Cikeusik, Kabupaten Pandeglang.
“Ini persoalan serius. Nelayan warga desa saya dan Desa Muara,
sangat bergantung kepada hasil tangkapan ikan. Bila pengeboran tetap
dilanjutkan, mau dikemanakan nasib nelayan,” kata Lukman.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Forum Komunikasi Masyarakat Nelayan (FKMN), Tedi Saepudin,
menyatakan M3nergy telah melakukan kebohongan. mereka melakukan aktifitas
pengeboran hanya berjarak 4 mil laut dengan kedalaman 30-35 meter.
“Hampir 80% masyarakat nelayan mencari ikan
menggunakan perahu kincang, yang kapasitas mesinnya hanya 3-5 GT dengan jarak
tempuh 4-5 mil, bukan hanya merugikan nelayan, namun daratan pun ini akan jadi
ancaman juga,” ungkap Tedi
Saat Bantenekspose.com menghubungi pihak Humas
perusahaan M3nergy Gama SDN BHD, via handphone belum ada jawaban. (matin/sage)
