NEWS

Nelayan Cikiruh Wetan dan Binuangeun Kepung Kapal M3nergy

Sebagian Nelayan Cikiruh Wetan dan Binuangeun mengepung kapal milik M3nergy, Nelayan yang lainnya mengemankan anjungan pengeboran dan mengamankan situasi. (Foto: Thoriq Gibraltar)
Bantenekspose.com – Penolakan masyarakat dan komunitas nelayan Desa Cikiruh Wetan terhadap kegiatan perusahaan asal Malaysia M3nergy Gama SDN BHD, yang melakukan pengeboran minyak lepas pantai, sekira lima kilo meteran ke arah timur dari Pulau Tinjel, bukan omong kosong.

Semula, hanya warga Desa Cikiruh Wetan Kabupaten Pandeglang  saja yang menolak aktifitas pengeboran minyak, karena dianggap warga mengganggu aktifitas nelayan. Kini, warga Desa Muara Binuangeun pun turut serta, melalui lembaga Forum Nelayan Desa Muara Kabupaten Lebak, mereka turun ke laut mengepung lokasi pengeboran.

Seperti diberitakan sebelumnya, di wilayah laut tersebut, diprediksi terkandung cadangan minyak dan gas (migas) mentah sebanyak 300 sampai 400 ribu barel. Sementara, warga Desa Cikiruh Wetan merasa keberatan, karena bakal mengganggu perekonomian nelayan.

“Keberatan kami tidak didengar. Pihak M3nergy Gama SDN BHD dengan pongahnya melakukan eksplorasi minyak dan gas, di wilayah perairan Pulau Tinjil (6 mil dari daratan) tanpa memerhatikan keberatan masyarakat sekitar,” ungkap Kades Cikruh Wetan Lukman Hakim, S.Sos.


Informasi yang dihimpun bantenekspose.com, hingga berita ini diturunkan ribuan warga Desa Cikiruh Wetan, Kabupaten Pandeglang dan Desa Muara Binuangeun Kabupaten Lebak, masih berada di area aktifitas pengeboran oleh perusahaan M3nergy Gama SDN BHD. Belum diperoleh informasi, seperti apa negosiasi yang akan dilakukan.  (Sage)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar