Nelayan Cikiruh Wetan dan Binuangeun Kepung Kapal M3nergy
0 menit baca
![]() |
| Sebagian Nelayan Cikiruh Wetan dan Binuangeun mengepung kapal milik M3nergy, Nelayan yang lainnya mengemankan anjungan pengeboran dan mengamankan situasi. (Foto: Thoriq Gibraltar) |
Bantenekspose.com
– Penolakan masyarakat dan komunitas nelayan Desa Cikiruh Wetan terhadap
kegiatan perusahaan asal Malaysia
M3nergy Gama SDN BHD, yang melakukan pengeboran minyak lepas pantai, sekira lima kilo meteran ke arah timur
dari Pulau Tinjel, bukan omong kosong.
Semula, hanya warga Desa Cikiruh Wetan Kabupaten Pandeglang saja yang menolak aktifitas pengeboran minyak, karena dianggap warga mengganggu aktifitas nelayan. Kini, warga Desa
Muara Binuangeun pun turut serta, melalui lembaga Forum Nelayan Desa Muara Kabupaten Lebak, mereka turun ke laut mengepung lokasi pengeboran.
Seperti diberitakan sebelumnya, di wilayah laut tersebut,
diprediksi terkandung cadangan minyak dan gas (migas) mentah sebanyak 300
sampai 400 ribu barel. Sementara, warga Desa Cikiruh Wetan merasa
keberatan, karena bakal mengganggu perekonomian nelayan.
“Keberatan kami tidak didengar. Pihak M3nergy
Gama SDN BHD dengan pongahnya melakukan eksplorasi minyak dan gas, di wilayah
perairan Pulau Tinjil (6 mil dari daratan) tanpa memerhatikan keberatan
masyarakat sekitar,” ungkap Kades Cikruh Wetan Lukman Hakim, S.Sos.
Informasi yang dihimpun bantenekspose.com, hingga berita ini
diturunkan ribuan warga Desa Cikiruh Wetan, Kabupaten Pandeglang dan Desa Muara
Binuangeun Kabupaten Lebak, masih berada di area aktifitas pengeboran oleh
perusahaan M3nergy Gama SDN BHD. Belum diperoleh informasi, seperti apa
negosiasi yang akan dilakukan. (Sage)
