Menperin: Jepang Minati Kerjasama Pengembangan IKM Komponen Otomotif
0 menit baca
Bantenekspose.com - Pemerintah Prefektur Fukuoka, Jepang
berminat kerjasama dengan Indonesia pada sektor otomotif khususnya dalam
pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) untuk memproduksi komponen
kendaraan.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Perindustrian Saleh Husin seusai
melakukan pertemuan dengan delegasi PemerintahPrefektur Fukuoka yang dipimpin Gubernur Prefektur Fukuoka, Hiroshi Ogawa di
Kementerian Perindustrian, Jakarta.
“Kami melakukan pertemuan ini dengan maksud untuk bertukar pikiran
guna meningkatkan kerjasama para pelaku bisnis industri otomotif dan
mempromosikan industri otomotif antara Indonesia dengan Prefektur Fukuoka,”
ujar Saleh. Menurutnya, pengembangan industri komponen otomotif menjadi penting bagi produsen yang
ingin membangun Indonesia sebagai basis produksinya.
“Saat ini jumlah pemasok lokal untuk industri otomotif di
Indonesia sebanyak 709 pemasok. Untuk perbandingan, Thailand sudah memiliki
2000an jumlah pemasok untuk industri otomotif,” tuturnya.
Dari pertemuan tersebut, Menperin juga mengharapkanadanya kerjasama
yang dapat dibangun untuk meningkatkan kemampuan vendor atau pemasok lokal di
Indonesia. Upaya tersebut dalam rangka memenuhi kebutuhan industri otomotif
baik untuk pasar domestik maupun luar negeri. “Vendor atau pemasok lokal
di Indonesia diharapkan dapat ikut serta dalam ekspansi industri kecil dan
menengah Jepang di Indonesia untuk memperkuat basis industri otomotif
nasional,” tegas Saleh.
Untuk itu, Kementerian Perindustrian telah mengusulkan agar dalam
waktu dekat kedua pihak dapat menugaskan pejabat teknis masing-masing untuk
membahas MoU kerjasama bidang industri otomotif. Kerjasama itu dapat berupa
pertukaran bisnis, pertukaran informasi, seminar, kunjungan, pemagangan (internship), capacity
building, dan lain-lain yang disepakati kedua pihak.
Dapat disampaikan, Prefektur Fukuoka merupakan basis produksi
otomotif terbesar kedua di Jepang setelah prefektur Aichi. Beberapa produsen
otomotif besar dan industri pendukungnya yang berada di Prefektur Fukuoka,
antara lain: Nissan Motor, Toyota Motor Kyushu, Daihatsu Motor Kyushu, Nissan
Shatai Kyushu, Denso Manufacturing Kitakyushu, dan Mitsui High-tec.
“Automaker Jepang seperti Mitsubishi Motor Corp, Suzuki Motor
Corp, Daihatsu Motor Co, dan Toyota Motors Corp telah menetapkan ekspansi
bisnisnya di Indonesia pada tahun 2015, 2016 dan 2017,” kata Menperin.
Fukuoka yang terletak di pesisir utara pulau Kyushu, Jepang, juga
merupakan kota terpadat dan ditetapkan sebagai pusat ekonomi dan kebudayaan di
Kyushu. Sementara itu, di Kyushu Utara terdapat empatperusahaan manufaktur
mobil ternama, yaitu Nissan Motor Co, Ltd (Kyushu Plant); Toyota Motor Kyushu,Inc; Daihatsu Motor Kyushu Co, Ltd; dan Nissan Shatai Kyushudengan kapasitas
produksi mencapai 1,54juta mobil dalam
satu tahundan merupakan urutan 11 besar
dunia dalam kawasan produksi mobil.
Selanjutnya, produksi mobil di Kyushu Utara sebesar 1,42 juta pada tahun 2012dan 1,37
juta pada tahun 2013, dimana merupakan jumlah
terbesar kedua dalam produksi mobil tahunan di daerah tersebut. Nilaipengiriman produk manufaktur melampaui 8 triliun yen pada tahun 2012, dan 30 persennya terkait bidangindustri otomotif. Jumlah
perusahaan mobil di Prefektur Fukuoka meningkat secara bertahap dan terdapat475 perusahaan pada tahun 2013.