NEWS

Lokasi Pengeboran Migas di Tinjel Bukan Wilayah Tangkap Ikan


Kepala Syahbandar Binuangeun, Raden Ismail (foto: Sohib)
Bantenekspose.com - Kepala Syahbandar Binuangeun Raden Ismail mengatakan bahwa lokasi yang rencananya akan digunakan untuk uji coba pengeboran Migas Cula-1 di perairan Pulau Tinjel dipastikan bukan merupakan wilayah tengkap ikan. Lokasinya, kata Ismail, tepat berada di titik koordinat S 06.55.2700' E105.8681' atau 6 mil dari dermaga Binuangeun.

"Perlu diluruskan bahwa pulau tinjel saat ini adalah masuk dalam kawasan perum perhutani Malingping dan kawasan laut di jalur tersebut hanya merupakan lintasan kapal, bukan wilayah tangkap ikan," katanya kepada bantenekspose.com, Senin (1/2/2016).

Dikatakan Ismail, empat mil lebih dari daratan wilayah laut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi, bukan Pemerintah Kabupaten, apalgi Pemerintah Desa. Sehingga, apa yang disampaikan Kepala Desa Cikiruh Wetan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, mengenai penolakan terhadap rencana pengeboran migas itu kurang relevan.

"Kalau dari daratan, wilayah yang rencananya akan dilakukan pengeboran migas itu lebih dekat ke wilayah Kabupaten Lebak, bukan Pandeglang," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Cikiruh Wetan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Lukman Hakim mengatakan, bahwa masyarakat nelayan di desanya menolak rencana M3nergy yang dengan ponggahnya akan melakukan eksplorasi migas di wilayah pulau Tinjel. Dia menilai, M3nergy tidak memperhatikan keberatan masyarakat sekitar, khususnya nelayan yang akan terkena dampak langsung karena lokasi Cula-1 itu merupakan wilayah tangkap ikan.

Di wilayah Cula-1 ini, M3nergy memprediksi ada kandungan cadangan Migas sebanyak
300 sampai 400 ribu barell, dan Bulan Februari ini kegiatan uji coba pengeborannya akan dilakukan.

Sementara itu, Ketua PAC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Binuangeun, Nurman menanggapi rencana pengeboran migas tersebut secara positif. Menurutnya, selama keberadaan pertambangan Migas ini tidak mengganggu aktivitas nelayan, dipastikan pihaknya akan mendukung, sebab ini akan berdampak positif bagi masyarakat. 

"Kami sebagai nelayan mendukung. Alam kita ini kaya. Dan ini merupakan tahapan untuk memulai menggali kekayaan alam kita, dan tentunya untuk kemajuan daerah kita juga," katanya. (Sohib)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar