Kwarran Malingping Peringati Hari Pandu Sedunia
0 menit baca
![]() |
| Lomba hasta karya Gerakan Pramuka Kwaran Malingping, dalam rangka memperingati hari Pandu sedunia (Foto: Matin) |
Hadir
dalam upacara, para majelis pembimbinig ranting (Mabiran) Kecamatan yang
terdiri dari Camat, Kapolsek, Danramil 0313, para Majelis Bimbingan Gugus
terdiri dari kepala sekolah SD,SMP, SMA,SMK, Aliyah, Tsanawiyah, Pengurus ambalan
pramuka, serta ratusan anggota pramuka.
Ketua
Kwaran Malingping, Iwan Setiawan, didampingi sekretarisnya, Entus Furqon, usai
membuka Lomba Kepanduan, Senin (22/2) Kepada Bantenekspose.com mengatakan, hari Pandu Sedunia ini merupakan
motivasi dalam memberikan pencerahan kepada generasi peserta didik khususnya,
dan umumnya para penggiat Pramuka untuk senantiasa mengamalkan, yang terkandung
dalam Tri Satya dan Dasa Darma, sebagai pedoman bagi anggota Pramuka.
"Peringatan
hari pandu sekarang ini, bukan hanya sekedar kita melakukan upacara. Namun yang
lebih penting, menjalankan amalan yang diamanatkan janji seorang anggota
Pramuka yang telah diucapkannya," katanya.
Apapun namanya, pada 22 Februari, para pandu di seluruh dunia memperingati kembali gagasan dan karya besar Robert Stephenson Smyth Baden-Powell, yang memberi alternatif pendidikan bagi anak-anak dan remaja. Bila sebelumnya anak-anak dan remaja hanya mendapat pendidikan didalam keluarga dan di lingkungan sekolahnya, maka melalui gerakan kepanduan, anak-anak dan remaja mendapat kesempatan untuk menikmati pendidikan yang menyenangkan, tidak kaku, dan penuh permainan dilakukan di alam terbuka.
"Anak-anak dan remaja memang senang bermain, sekolah mendapat wadah bermain baru yang menarik. Semua bergembira, karena bermain di alam terbuka. Namun bukan sekedar bermain, anak-anak dan remaja itu sekaligus mendapatkan pendidikan yang mungkin tidak diperoleh di lingkungan keluarga dan sekolahnya,” katanya
Kegiatan Perlombaan
Selain upacara hari kepanduan, di Kecamatan Malingping digelar juga berbagai kegiatan lomba berupa teknik-teknik kepramukaan, diantaranya kreatifitas hasta karya semua tingkatan sekolah dan pionering.
"Kegiatan ini merupakan dasar dari semua lomba, yang mesti dimiliki keterampilannya oleh para angggota pramuka. Permainannya, selain menyenangkan juga melatih kecerdasan untuk anak- anak,” kata ketua perlombaan Muhamad Islah kepada wartawan (Matin)
Apapun namanya, pada 22 Februari, para pandu di seluruh dunia memperingati kembali gagasan dan karya besar Robert Stephenson Smyth Baden-Powell, yang memberi alternatif pendidikan bagi anak-anak dan remaja. Bila sebelumnya anak-anak dan remaja hanya mendapat pendidikan didalam keluarga dan di lingkungan sekolahnya, maka melalui gerakan kepanduan, anak-anak dan remaja mendapat kesempatan untuk menikmati pendidikan yang menyenangkan, tidak kaku, dan penuh permainan dilakukan di alam terbuka.
"Anak-anak dan remaja memang senang bermain, sekolah mendapat wadah bermain baru yang menarik. Semua bergembira, karena bermain di alam terbuka. Namun bukan sekedar bermain, anak-anak dan remaja itu sekaligus mendapatkan pendidikan yang mungkin tidak diperoleh di lingkungan keluarga dan sekolahnya,” katanya
Kegiatan Perlombaan
Selain upacara hari kepanduan, di Kecamatan Malingping digelar juga berbagai kegiatan lomba berupa teknik-teknik kepramukaan, diantaranya kreatifitas hasta karya semua tingkatan sekolah dan pionering.
"Kegiatan ini merupakan dasar dari semua lomba, yang mesti dimiliki keterampilannya oleh para angggota pramuka. Permainannya, selain menyenangkan juga melatih kecerdasan untuk anak- anak,” kata ketua perlombaan Muhamad Islah kepada wartawan (Matin)
