NEWS

Ketinggian Gelombang Tujuh Meter, Nelayan Nekat Melaut

Kondisi cuaca saat ini, di wilayah perairan Binuangeun, sewaktu-waktu mengancam nelayan (Foto: Sohib)
Bantenekspose.com Cuaca ekstrim di perairan laut selatan yang terjadi dalam sepekan terakhir ini, tidak membuat para nelayan Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, gentar melaut. Padahal, kondisi cuaca seperti ini kerap menimbulkan gelombang laut yang cukup tinggi dan kerap membuat perahu sulit untuk dikendalikan.

Pantauan Bantenekspose.com di Dermaga Binuangeun, Kamis (11/2/2016) sekira pukul 10.00 WIB, tampak ada beberapa kapal Sibolga berkekuatan mesin diatas 30 Gross Tonage (GT) berlabuh di wilayah perairan Binuangeun, tepatnya di pantai Tanjung Panto. Kapal yang biasanya melaut di lautan lepas ini, ternyata tidak kuat untuk mengimbangi kondisi cuaca ekstrim yang terjadi di laut.

“Sudah ada empat kapal Sibolga yang merapat ke perairan Binuangeun. Sepertinya menghindari cuaca ekstrim yang terjadi di laut. Kapal Sibolga ini biasanya melaut di lautan lepas,” ujar Ahmad Hadi Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Dermaga Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak.

Menurut Hadi, bahwa di perairan laut Binuangeun saat ini kondisi ikan sedang bagus. Hal itu, kata Hadi, terlihat dari peningkatan hasil tangkapan ikan yang dijual di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Binuangeun.

“Tapi patut diwaspadai juga kondisi cuaca ekstrim seperti sekarang ini, dimana ketinggian gelombang rata-rata mencapai tiga sampai tujuh meteran. Biasanya dalam kondisi cuaca seperti ini perahu yang kita gunakan sulit untuk dikendalikan,” katanya, .

Dia berharap, semua nelayan tetap waspada saat melaut. Jangan karena kondisi ikan sedang bagus, jadi lupa akan keselamatan. “Kalau sekiranya kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk melaut, lebih baik jangan, karena membahayakan keselamatan,” katanya.

Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Binuangeun, Nurman mengatakan, meskipun kondisi cuaca cukup ekstrim para nelayan tidak gentar untuk melaut. Meskipun diakuinya, kondisi cuaca saat ini dilaut cukup ekstrim, para nelayan harus tetap melaut demi memenuhi kebutuhan ekonomi.

“Kalau tidak melaut nelayan mau makan apa. Jadi sekalipun gelombang tinggi sampai tujuh meter pun, kami akan tetap melaut demi memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya. (Sohib)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar