Jembatan Bolang Bolong Lagi, Kendaraan Overtonase Tetap Melintas
0 menit baca
![]() |
| TETAP MELINTAS - Walaupun Jembatan Bolang sudah jebol, kendaraan overtonase tetap melintas. Warga pertanyakan keseriusan Pemprov Banten menangani masalah ini (Foto: Matin) |
Bantenekspose.com - Jembatan Bolang kembali Ambrol, kejadian
ini adalah titik yang ketiga berada di tengah-tengah jembatan. Sebelumnya, 2 titik sudah hancur berada di
depan dan belakang jembatan, ketiga titik tersebut mengalami kerusakan pada
bagian beton jalan dan permukaan penampang besinya sudah terihat.
Pantauan bantenekspose.com, Jumat (12/2), sejumlah kendaraan tetap melintasi jembatan termasuk kendaraan yang bertonase lebih. Sedikitpun para pengendara sudah tidak mengindahkan lagi himbauan yang dipasang petugas jalan yang dijaga warga.
Menurut salah seorang Tokoh Pemuda Malingping, Yayat Bily kepada Bantenekspose.com, mengatakan bahwa kondisi ini jelas akan mengancam keselamatan pengendara itu sendiri. “Saya heran sejak ruas jalan Malingping-Saketi ini dibangun, tim terpadu yang didalamnya ada Dinas Perhubungan Provinsi Banten, seolah membiarkan kerusakan jembatan Bolang. Padahal tugasnya memberikan pengamanan dan melakukan penindakan terhadap kendaraan yang melebihi tonase melintas,” katanya.
Pantauan bantenekspose.com, Jumat (12/2), sejumlah kendaraan tetap melintasi jembatan termasuk kendaraan yang bertonase lebih. Sedikitpun para pengendara sudah tidak mengindahkan lagi himbauan yang dipasang petugas jalan yang dijaga warga.
Menurut salah seorang Tokoh Pemuda Malingping, Yayat Bily kepada Bantenekspose.com, mengatakan bahwa kondisi ini jelas akan mengancam keselamatan pengendara itu sendiri. “Saya heran sejak ruas jalan Malingping-Saketi ini dibangun, tim terpadu yang didalamnya ada Dinas Perhubungan Provinsi Banten, seolah membiarkan kerusakan jembatan Bolang. Padahal tugasnya memberikan pengamanan dan melakukan penindakan terhadap kendaraan yang melebihi tonase melintas,” katanya.
Dikatakan Yayat, bila Dishub Banten tegas menindak kendaraan
yang overtonase, kemungkinan jembatan tidak akan separah ini. Tim terpadu yang
dibentuk seperti tidak ada artinya dan terkesan mengamburkan anggaran. Kejadian
ini, bila dibiarkan dan kendaraan overtonase tetap lewat, bukan hanya pemerintan yang rugi namun masyarakat
akan terancam perekonomiannya.
"Jelas umur jembatan tersebut tidak lama lagi ambruk. Akibatnya jalan akan lumpuh, eksesnya roda perekonomian juga terancam. Tolonglah kepada pihak pemprov Banten untuk segera menyikapi ini," katanya.
Sementara itu, saat di konfirmasi Bantenekspose.com melalui sambungan telepon, Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Jalan pada Kantor Dishub Banten, Yudi, mengatakan bahwa kerusakan jembatan bolang merupakan ranah Bina Marga, bukan tangngjawab Dishub. Alasannya lagi, tim terpadu masa kerjanya sudah habis.
"Perlu saya sampaikan sekali lagi, bukan berarti kita lepas dari tanggungjawab, hanya saja Dishub itu tugasnya bukan menjaga jembatan. Apalagi soal teknis , itu kan PU Bina Marga. Seharusnya pihak PU segera memperbaikinya,” kata Yudi.
Dikatakan Yudi, bahwa pihaknya sewaktu melakukan penjagaan dan penilangan terhadap kendaraan yang bertonase tinggi melintas di jembatan Bolang, itu tidak membuat kapok pengendara, selesai ditilang mereka(operator red) kembali beroperasi dan melintasi jembatan. (Matin)
"Jelas umur jembatan tersebut tidak lama lagi ambruk. Akibatnya jalan akan lumpuh, eksesnya roda perekonomian juga terancam. Tolonglah kepada pihak pemprov Banten untuk segera menyikapi ini," katanya.
Sementara itu, saat di konfirmasi Bantenekspose.com melalui sambungan telepon, Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Jalan pada Kantor Dishub Banten, Yudi, mengatakan bahwa kerusakan jembatan bolang merupakan ranah Bina Marga, bukan tangngjawab Dishub. Alasannya lagi, tim terpadu masa kerjanya sudah habis.
"Perlu saya sampaikan sekali lagi, bukan berarti kita lepas dari tanggungjawab, hanya saja Dishub itu tugasnya bukan menjaga jembatan. Apalagi soal teknis , itu kan PU Bina Marga. Seharusnya pihak PU segera memperbaikinya,” kata Yudi.
Dikatakan Yudi, bahwa pihaknya sewaktu melakukan penjagaan dan penilangan terhadap kendaraan yang bertonase tinggi melintas di jembatan Bolang, itu tidak membuat kapok pengendara, selesai ditilang mereka(operator red) kembali beroperasi dan melintasi jembatan. (Matin)
