DPD RI Silaturahmi Dengan Insan Pers
0 menit baca
Bantenekspose.com - Para senator dari berbagai provinsi di
Indonesia ikut memeriahkan perhelatan terakbar insan pers Indonesia yakni Hari
Pers Nasional (HPN) 2016. Sekretariat Jenderal DPD RI menyelenggarakan acara Lebih Dekat Bersama DPD yang
merupakan salah satu rangkaian HPN 2016 di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Acara
yang dihelat di Ballroom Rinjani, Hotel Lombok Raya, Sabtu malam, (6/2)
dihadiri oleh 11 senator yang berbicara terkait kondisi Indonesia terkini dan
tentang pers di depan seluruh peserta HPN 2016. Farouk Muhammad, Wakil Ketua
DPD RI bertindak langsung memoderasi kegiatan diskusi ini.
Dalam
kesempatan itu para senator ini mengungkapkan perlunya memperkuat peran DPD di
parlemen. Selama ini DPD sebagai wakil rakyat hanya bertugas memberikan usulan
terkait Rancangan Undang-Undang yang kemudian dibahas dan diputuskan oleh DPR
RI. Peran DPD yang tidak memiliki kekuatan legilaslasi dan budgeting seperti
anggota DPR menjadi sorotan para senator ini.
"Kita menginginkan keseimbangan (antara DPD dan DPR). Selama ini suara regional representatif kurang diperhatikan," kata Farouk.
Sementara, pakar komunikasi politik, Tjipta Lesmana yang ikut menjadi audience dalam acara diskusi ini kepada wartawan mengatakan sudah saatnya peran DPD di tambah melalui amandemen Undang-Undang.
"DPD harus ada juga otoritasnya. Jadi amandemen UUD 1945 itu antara lain memberikan tambahan kewenangan kepada DPD, bukan mengurangi kewenangan DPD. Saya dari dulu sudah perjuangkan itu," kata Tjipta.
Dalam kegiatan ini, para senator mengapresiasi peran pers selama ini. DPD mendukung penuh kegiatan-kegiatan pers seperti perhelatan HPN 2016 ini. Hadir juga dalam kegiatan ini Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara. Menkominfo menegaskan pemerintah juga mendukung semua insan pers Indonesia berkumpul dalam forum seperti ini, kemudian membahas isu-isu terkini demi kemajuan bangsa dan negara.
"Kegiatan semacam ini (diskusi pers dan DPD) kita apresiasi dan dukung penuh. Pers memang harus terus dilibatkan dalam membahas dan menyikapi isu-isu terkini," kata Rudiantara. (hpn)
"Kita menginginkan keseimbangan (antara DPD dan DPR). Selama ini suara regional representatif kurang diperhatikan," kata Farouk.
Sementara, pakar komunikasi politik, Tjipta Lesmana yang ikut menjadi audience dalam acara diskusi ini kepada wartawan mengatakan sudah saatnya peran DPD di tambah melalui amandemen Undang-Undang.
"DPD harus ada juga otoritasnya. Jadi amandemen UUD 1945 itu antara lain memberikan tambahan kewenangan kepada DPD, bukan mengurangi kewenangan DPD. Saya dari dulu sudah perjuangkan itu," kata Tjipta.
Dalam kegiatan ini, para senator mengapresiasi peran pers selama ini. DPD mendukung penuh kegiatan-kegiatan pers seperti perhelatan HPN 2016 ini. Hadir juga dalam kegiatan ini Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara. Menkominfo menegaskan pemerintah juga mendukung semua insan pers Indonesia berkumpul dalam forum seperti ini, kemudian membahas isu-isu terkini demi kemajuan bangsa dan negara.
"Kegiatan semacam ini (diskusi pers dan DPD) kita apresiasi dan dukung penuh. Pers memang harus terus dilibatkan dalam membahas dan menyikapi isu-isu terkini," kata Rudiantara. (hpn)

